Jumat, 2 Agustus 2019 - 15:20 WIB

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman

Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman

LSM : Dinas Pendidikan Pasaman Jangan Main – main Soal Dana BOS

Pasaman, – DPD LSM Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo) Sumbar menyayangkan ketidak sinkronan penjelasan pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman kepada media terkait penggunaan saldo dana BOS.

Sebelumnya telah diberitakan, menurut data yang dihimpun LSM Fopbindo, saldo dana BOS sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Pasaman tahun 2018 mencapai Rp 400 juta.

Salah satu sekolah, SDN 09 Petok Kecamatan Panti memiliki saldo dana BOS hingga Puluhan Juta Rupiah. Hal ini juga dibenarkan langsung kepala SDN 09 Petok, Nursil.

BACA JUGA : Kepsek Tuding Disdik Pasaman Terkait Penggunaan Saldo BOS

LSM Fopbindo Sampaikan Aspirasi ke Wagub Sumbar

“Itu ketinggalan saldo tahun 2016, 2017, dan 2018. Telah dikonfirmasi ke dinas, kantor bupati dan tingkat satu. Katanya boleh dipergunakan sekolah, itu hak sekolah, tapi harus dibuat di RKAS sekolah,” terangnya, Kamis (1/8).

“Petunjuk dinas. Dana itu dipergunakan perehapan ruang kepala sekolah, dan membeli baju Dram Band,” ungkap Nursil.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Ali Yusri, saldo BOS wajib dikembalikan ke Kas Daerah.

“Wajib kembali ke Kas Daerah, tapi bagaimana prosedurnya, supaya saya tidak salah, silahkan pergi ke Kasubag Keuangan, tanya disana,” kata Ali Yusri.

Kemudian setelah ditemui Kasubag Keuangan Gusniwita, diruang kerjanya, ia tidak bisa menjawab. Gusniwita malah menyusuh konfirmasi ke Bendahara BOS.

Menanggapi permasalahan ini, Ketua DPD LSM Fopbindo Sumbar, Ahmad Husein, A.Ma, menduga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman kurang profesional.

“Sebagai kepala dinas seharusnya profesional, artinya harus mengetahui aturan yang ada, jangan asal jawab takut salah,” sesal Husein.

Diingatkannya, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan jangan main – main soal dana BOS, itu uang negara.

“Jangan main – main terhadap dana BOS, itu uang negara, peruntukannya harus sesuai juknis,” tegas Husen.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1365 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, Polsek Balaraja Apel Pengamanan Aksi Damai Buruh

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan apel pengamanan aksi damai buruh...

23 Oktober 2020, 23:18 WIB

Serahkan Kunci Rumah Hasil Bedah, Satlantas Polresta Tangerang Harap Begini

TANGERANG – Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang Polda Banten menyerahkan kunci rumah milik seorang warga...

23 Oktober 2020, 23:11 WIB

Pimpin Operasi Yustisi, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Disiplin dan Gotong-royong Laksanakan Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi di...

23 Oktober 2020, 23:00 WIB

Kapolda Kalteng Pimpin Sertijab 6 Kapolres

Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo,...

23 Oktober 2020, 21:46 WIB

Keberadaan Status Tanah Sekolah SMA R.A Kartini Dipersoalkan oleh Keluarga

Malaka – pembangunan SMA R.A. Kartini di desa Naas kecamatan Malaka Barat. Kabupaten Malaka tidak...

23 Oktober 2020, 21:24 WIB

Kapolres Majalengka Tanda Tangani MoU Pam Bersama Perbankan

MAJALENGKA –  Polres Majalengka lakukan penandatanganan MoU Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) dengan Perbankan di...

23 Oktober 2020, 20:35 WIB

loading...