Surabaya – Tri Rismaharini, Walikota Surabaya mengklaim daerah yang dipimpinnya paling bersih dari korupsi, pungli dan perbuatan melawan hukum lainnya.

“Kami sudah berhentikan semua yang korupsi. Coba cek, nggak ada. Bahkan yang kami proses berhenti ya berhenti. Ada berapa ya? Kasus Merr itu, udah berhenti semua, pungli juga, soal guru SD (pungli) juga kami proses. Bahkan ada yang sampai di pengadilan kami ikuti (proses),” kata Risma melalui pesan rilis Pemkot Surabaya

Pernyataan Risma itu, terbalik. Anaknya Fuad Benardi justru tersenggol kasus makelar perijinan alias jasa perijinan, Fuad diduga dekat dengan proyek milik PT Saputra Karya yang dikerjakan kontraktor PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) yang menyebabkan amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Bahkan, Fuad diperiksa Polda Jatim mengenai kasus tersebut. Setidaknya Fuad mendapat 20 pertanyaan yang di arahkan kepada putra Walikota Surabaya.

Dalam kasus itu, 6 orang telah dijadikan terdakwa, mereka adalah Ruby Hidayat selaku Projek Manager PT Saputra Karya; Aris Priyanto selaku Side Manager dari PT NKE; Budi Susilo selaku Dirut PT NKE; Rendro Widoyoko selaku Manager PT NKE; Lasmi Awar Handrian selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan Aditya Kurniawan yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Jaksa penuntut umum (JPU) Hari Basuki mengatakan, putra sulung Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, cuma sebagai saksi.

“Cuma jadi saksi saja. Ya nanti hadir memberikan keterangan,”pungkasnya.

Masuknya Fuad dalam catatan Jaksa, membawa kabar buruk bagi publik Surabaya. Bagaimana kelanjutannya?