Selasa, 22 Oktober 2019 - 20:50 WIB

Tidak Ada Penerimaan CPNS NiselTahun Ini

Nias Selatan, Deliknews – Pasca pengumuman secara serentak di seluruh Indonesia tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), PPPK dan melalui jalur Tenaga Honorer, di Kabupaten Nias Selatan tidak ada.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (Kaban BKD) Kabupaten Nias Selatan, Anarota Ndruru, SP kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/10/2019) diruang kerjanya, jalan Arah Lagundri Km. 5 Fanayama.

“Untuk Tahun 2019 ini, tidak ada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baik secara formasi umum, P3K maupun melalui jalur tenaga honorer pasca pengumuman penerimaan CPNS secara serentak di seluruh Indonesia”, ujarnya Anarota Ndruru.

Dia menjelaskan bahwa sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui BKD telah mengusulkan di Kemenpan RI, sekitar 1800 Kouta tenaga honorer termasuk tenaga honorer K2 yang belum terangkat, Kouta PPPK 300 orang dan kouta formasi umum 200 orang.

Namun, penerimaan CPNS tahun ini tidak dapat dilakukan, karena beberapa alasan diantaranya keterbatasan anggaran. dimana sesuai aturan juga menyebutkan bahwa penyerapan anggaran untuk belanja pegawai yang bersumber dari DAU paling tinggi 50 persen dari jumlah anggaran yang tersedia.

“Sementara, penyerapan DAU kita saat ini sudah mencapai 49 persen lebih, sehingga kita belum bisa melakukan penerimaan pegawai baru lagi. Kecuali pihak pemerintah pusat memberi penambahan dana untuk daerah kita. Apalagi Anggaran kita Tahun ini juga terserap pada pembiayaan Pilkades,” pungkasnya.

Meski begitu, lanjut dia, pada Tahun 2020 dipastikan ada perekrutan CPNS untuk Kabupaten Nias Selatan dan anggaran perekrutannya sudah diusulkan pada APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar 500 juta rupiah.

Ia juga berharap agar pemerintah pusat melalui Kemenpan – RB merubah regulasi serta juga dapat memberi kewenangan kepada pemerintah daerah dalam perekrutan CPNS ke depan sehingga putra-putri daerah mendapatkan peluang banyak untuk menjadi PNS.

Misalnya, dalam pelaksanaan ujian melalui model CAT dan pengangkatan Guru Garis Depan (GGD) selama ini sebagian besar yang lolos bukan putra -putri daerah. Artinya, mereka hanya mencari status PNS saja.

Setelah mereka jadi PNS, mereka kemudian mengusulkan untuk pindah. meski sesungguhnya mereka telah diikat kontrak selama 10 tahun untuk wajib mengabdi di daerah tempat dia telah diangkat PNS, tandas Anarota Ndruru. (Sabar Duha)

Artikel ini telah dibaca 310 kali

loading...
Baca Lainnya

Antisipasi Covid – 19, KUPP Kelas III Telukdalam Sarankan Agar Penumpang Kapal Dari Nisel Juga Dicek

Nias Selatan, Deliknews.com – Pengecekan kesehatan penumpang kapal yang berangkat dari Telukdalam Kabupaten Nias Selatan...

1 April 2020, 18:26 WIB

Ketika Polsek Cikupa Putus Mata Rantai Covid-19 di Bojong

TANGERANG – Polsek Cikupa Polresta Tangerang Polda Banten kembali melakukan penyemprotan disinfektan. Upaya tersebut dilakukan...

1 April 2020, 15:41 WIB

Pandemi Covid-19, Anggota Polsek Mauk Wajib Cek Suhu Tubuh

TANGERANG – Polsek Mauk Polresta Tangerang Polda Banten mewajibkan anggota yang akan bertugas, khususnya piket...

1 April 2020, 15:20 WIB

Antisipasi Kenaikan Harga Sembako, Bupati Nisel Keluarkan Surat Edaran

Nias Selatan, Deliknews.com – Untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikkan harga kebutuhan pokok dan atau barang...

1 April 2020, 13:27 WIB

Cara Polsek Kresek Hentikan Resepsi Nikahan

TANGERANG – Pak Udin, warga Kampung Tonjong RT. 012/004 Desa Rancailat, Kresek Kabupaten Tangerang nekat...

1 April 2020, 13:09 WIB

Tetap Bandel, Polsek Rajeg Bubarkan Tongkrongan Anak Muda

TANGERANG – Polsek Rajeg Polresta Tangerang Polda Banten membubarkan sekumpulan anak muda yang sedang nongkrong...

1 April 2020, 12:43 WIB

loading...