Rabu, 18 Maret 2020 - 22:11 WIB

Rupiah Melemah, Pemerintah Diminta Tingkatkan Cadangan Emas

JAKARTA – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amirika Serikat (AS) yang saat ini sudah tembus di angka Rp15.200 perdolar pada Rabu (18/3/2020) akibat aksi jual yang terus berlanjut di pasar keuangan Indonesia. Komunitas transaksi keuangan (muamalah) dalam bentuk nilai tukar Dinar dan Dirham mengklaim memiliki solusi dalam mengatasi ketidakpastian perekonomian dunia.
Ketua Baitul Mal Nusantara (BMN) yang juga penggagas penggunaan Dinar Dirham di Indonesia, Zaim Saidi mengatakan transaksi dengan menggunakan mata uang Dinar Dirham diharapkan menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan masyarakat.
“Kita menghentikan apa yang disebut inflasi di mana harga-harga selalu naik, yang bermakna masyarakat semakin miskin, dengan kita menggunakan emas, perak, dan tembaga (untuk yang recehan) maka diharapkan tidak ada lagi inflasi,” jelas Zaim kepada wartawan, Rabu (18/3)
Zaim mengungkapkan, pada dasarnya penggunaan mata uang Dinar Dirham telah dilakukan dari jaman rasul hingga romawi. Bahkan, dari jaman Nabi Adam.
“Karena, satu Dinar dapat barang yang sama begitu juga satu Dirham dapat barang yang sama pula. Karena itu kita mengajak seluruh umat islam yang ada di nusantara kembali bertransaksi menggunakan Dinar Dirham,”ucap Zaim.
Zaim juga berharap agar pemerintah terus menambah cadangan emasnya demi mensejahterakan masyarakat. Utamanya dalam meningkatkan ekonomi umat. Karena, respon masyarakat terhadap penggunaan Dinar Dirham terus bertambah. “Dan, alhamdulillah ini terus berkembang sudah ada 25 kota di Indonesia,” ujar pakar muamalah Indonesia ini.
Zaim pun mengakui bahwa masih banyak masyarakat lebih memilih menggunakan uang kertas sebagai alat bertransaksi. Oleh karena itu, ia terus melakukan sosialisasi melalui masjid dan membuka pasar muamalah, sekaligus memperkenalkan manfaat bertransaksi dengan Dinar dan Dirham.
“Karena kita sekarang mempunyai 800.000 masjid. Berdasarkan sunah nabi setiap masjid itu harus didampingi pasar. Nah, aturan main dipasar itu sama dengan aturan main di masjid. Masjid adalah sedekah pasar adalah sedekah. Dimana mesjid tidak boleh disekat-sekat, pasar pun demikian,” tambah Zaim.
Namun demikian, kata Zaim, penggunaan mata uang kertas khususnya mata uang rupiah masih digunakan bagi komunitas umat yang bertransaksi dengan Dinar Dirham.
“Ya pasti kita belum bisa seratus persen berubah, perubahan itu tidak seperti membalikan tangan. Perubahan itu perlu waktu dan perjuanagan,” kata Zaim.
Zaim mengatakan, saat ini komunitas muamalah yang menggunakan Dinar Dirham kian bertambah. Dari Banda Aceh, Lampung, Jayapura. Namun Ia tidak merinci jumlah jamaah yang menggunakan Dinar Dirham dalam bermuamalah tersebut.
“Sekitar 25 kota, kalo anggota kita tidak tahu persis berapa. Namanya anggota masyarakat kita nggak itung. Karena kita kan ga membangun keanggotaan,” katanya.
Zaim menyebutkan, dalam transaksi menggunakan Dinar dan Dirham tidak membatasi hanya untuk umat Islam saja. Tapi untuk semua umat manusia, baik muslim maupun non muslim.
“Jadi kita juga mengajak yang non muslim untuk berjual beli bermuamalah dengan Dinar dan Dirham. Karena transaksi ini tidak ada yang dirugikan,” tambah Zaim.
Terkait dengan pencetakan atau pembelian emas dan perak, Zaim mengaku masih tetap menggunakan mata uang kertas atau mata uang rupiah. “Ya dipakai untuk memproduksi coin yang baru, dibikin dengan emas dan perak yang dibeli pakai uang kertas,” jelas Zaim.(ji/zam)

Artikel ini telah dibaca 330 kali

loading...
Baca Lainnya

Dukung Otsus untuk Masa Depan Pemuda Papua

Oleh : Abner Wanggai Otonomi khusus akan diperpanjang selama 20 tahun ke depan. Seluruh warga...

30 Oktober 2020, 22:10 WIB

Mewaspadai Klaster Keluarga Selama Libur Panjang

Oleh : Rahmat Siregar Di akhir bulan Oktober, masyarakat Indonesia menikmati libur panjang sejak 28...

30 Oktober 2020, 21:21 WIB

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ignatius Sigit Wafat, Sahabat Polisi Berduka

Jakarta – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ignatius Sigit Widiatmono meninggal dunia akibat...

Ketum Sahabat Polisi, Fonda Tangguh

30 Oktober 2020, 20:31 WIB

UU Cipta Kerja Mampu Memulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Oleh : Aldia Putra UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan oktober ini menjadi tumpuan...

30 Oktober 2020, 02:40 WIB

Mewaspadai Klaster Covid Saat Musim Liburan

Oleh: Deka Prawira Akhir oktober ini ada liburan panjang di akhir pekan, selama lebih dari...

30 Oktober 2020, 00:30 WIB

Masyarakat Mendukung Keberadaan Lumbung Pangan Nasional

Oleh : Raditya Rahman Presiden Joko Widodo terus mengawal pembangunan lumbung pangan di beberapa daerah...

30 Oktober 2020, 00:17 WIB

loading...