Senin, 8 Juni 2020 - 19:33 WIB

I Wayan Disel Astawa. (Foto: deliknews.com)

I Wayan Disel Astawa. (Foto: deliknews.com)

Pilkada Badung Jalan, Realisasi Dana Refocusing Covid-19 Tersendat

Badung – Pernyataan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam kondisi sekarang menyatakan siap dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dinilai I Wayan Disel Astawa sebagai keputusan penuh nuansa kepentingan politik.

Bagaimana tidak, dalam kondisi pandemi Covid-19 masih banyak warga belum terbantu dan di tengah Badung mengalami defisit malah disinyalir mendahulukan kepentingan dana pilkada. Sebelumnya dari Rp 274 miliar anggaran sudah refocusing dikabarkan anggota DPRD dari Partai Gerindra ini hanya terealisasi setengah terkesan tersendat dengan berbagai alasan.

“Sepanjang sejarah baru sekarang Badung alami defisit Rp 3,4 triliun. Akibat tata kelola keuangan dan penggunaan anggaran terlalu ‘semau gue’. Bahkan pegawai cendrung takut kehilangan jabatan sehingga lebih banyak bungkam alias ‘caket’. Faktanya, pendapatan tidak pernah tercapai target. Artinya, kurang profesional dan tidak terukurnya seorang pimpinan,” terang Disel Astawa, Senin (8/6)

Menurut Disel, dalam penyusunan target belanja masih jauh lebih baik pimpinan pada era A.A Ratmadi dan A.A. Gede Agung. Dikatakan, di akhir masa jabatan mereka ini masih menyisakan dana saving penuh dalam perencanaan tata kelola keuangan pemerintah.

“Sedangkan uang Pilkada Rp 55 miliar ada dan sudah keluar hampir sekitar 80 persen. Intinya, di sini kan terlihat, Pemkab lebih mementingkan Pilkada dari pada hidup masyarakatnya susah lantaran corona. Sementara anggaran Covid-19 hasil refocusing anggota dewan sebesar Rp 274 miliar malah baru sebagian terserap artinya, terlihat ini seperti diperlambat sistem pencairannya,” ungkapnya.

“Jadi inilah yang harus dibuka secara transparan. Apalagi dibilang ada tahap 1 tahap 2, tahap 3, jadi ini sebenarnya kepentingannya apa ? Apakah orang sakit dan orang lapar cukup diberi penjelasan tahapan. Apakah jangan-jangan tahap 3, tahap 4 ini baru keluar nanti menjelang Pilkada, biar bisa mendulang suara.”

“Sementara masyarakat sudah kehilangan mata pencaharian mulai dari Maret. Jadi saya tegaskan, Ini bukan bicara takut atau berani, tapi ini bicara soal layak atau tidak Pilkada di tengah kondisi Covid-19 seperti saat ini. Sementara perut masyarakat lapar,” tegas Disel Astawa.

Artikel ini telah dibaca 289 kali

loading...
Baca Lainnya

PKN Minta Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Dusun Durin

Gayo Lues-Polda Provinsi Aceh diminta untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan jembatan Dusun Durin, Kecamatan Rikit...

26 September 2020, 12:31 WIB

Bhayangkari Daerah Banten dan Cabang Kota Tangerang Beri Bantuan untuk Anggota Nakes

TANGERANG – Pengurus Bhayangkari Daerah Banten dan Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Tangerang memberikan bantuan tali...

25 September 2020, 22:35 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Komunitas GO Graber Jadi Pelopor Patuh Protokol Kesehatan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kembali melaksanakan pembinaan komunitas untuk...

25 September 2020, 22:28 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi, 48 Pelanggar Dihukum Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi bersama...

25 September 2020, 22:20 WIB

Intensifkan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja Sanksi 45 Warga Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar Operasi Yustisi di 11...

25 September 2020, 21:50 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Jemaah Salat Jumat Doakan Pandemi Berakhir

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak jemaah Salat Jumat untuk...

25 September 2020, 21:40 WIB

loading...