Jumat, 12 Juni 2020 - 17:42 WIB

Wakil Ketua IMMAPA, Ordyn Murib (kanan) dan salah satu anggotanya, Aita Zino. (Foto: Deliknews.com)

Wakil Ketua IMMAPA, Ordyn Murib (kanan) dan salah satu anggotanya, Aita Zino. (Foto: Deliknews.com)

IMMAPA Bali Bantah Ada Kegiatan Separatis

Denpasar – Ikatan Mahasiswa Masyarakat Papua (IMMAPA) yang ada di Kota Denpasar membantah terlibat dalam kegiatan dan gerakan separatisme. Dugaan ini sendiri mengemuka ketika rumah kontrakan yang mereka jadikan sekretariat menunggak pembayarannya selama enam bulan, yang seharusnya habis pada Desember 2019 lalu.

Wakil Ketua IMMAPA, Ordyn Murib membenarkan bahwa rumah kontrakan itu juga difungsikan sebagai sekretariat organisasi. Kegiatan organisasi yang dilakukan diskusi-diskusi terkait masalah sektoral seperti perampasan tanah, perampasan lahan, masuknya perusahaan-perusahaan ilegal, termasuk juga masalah demiliterisasi di Papua.

“Terkait dengan aktivitas kami di sana, saya rasa kami ini mahasiswa, kegiatan kami untuk berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat saya kira itu sudah dijamin di dalam Undang-undang kita. Tudingan itu (adanya kegiatan separatisme, red) kami rasa terlalu diskriminatif,” ujarnya, di Denpasar, Jum’at (12/6).

“Jika ada yang mengatakan kami berbicara masalah militer di Papua, iya, kami memang membahasnya jika ada kesalahan yang dilakukan militer di sana, membahas alternatif jalan keluarnya bagaimana, seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dugaan adanya bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM), Bintang Kejora yang terpasang di dalam rumah kontrakan itu, rekan Ordyn Murib yang juga anggota IMMAPA, Aita Zino mengatakan yang terpasang itu bukanlah bendera, melainkan hanyalah gambar.

“Kalau terkait bendera (Bendera Bintang Kejora, red), yang terpasang itu gambar, bukan bendera. Kita semua tentu tau apa perbedaan definisi gambar dengan bendera. Bendera kan punya ukuran, motif ataupun model, dan sebagainya berbahan kain. Sementara ini gambar, bukan bendera,” ungkapannya.

Lambang tersebut menurutnya, juga merupakan lambang budaya bagi masyarakat Papua. Sebagaimana hal tersebut telah diakui oleh pemerintahan era Presiden Gusdur di tahun 2000an. “Presiden Gusdur pada tahun 2000an sudah menetapkan itu (lambang Bintang Kejora, red) merupakan lambang kebudayaan masyarakat Papua,” sebutnya.

Sedangkan, terkait masalah pembayaran rumah kontrakan, pihaknya membenarkan bahwa memang belum membayar selama setengah tahun sejak habis masa kontraknya Desember 2019. Dan memang telah menerima dua kali pemberitahuan dari pihak pemilik rumah.

Terkait hal itu, mereka berharap perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua untuk dapat membantu mereka menyelesaikan masalah itu.

“Jika kami nanti diusir keluar kemungkinannya kami terinfeksi Corona (Covid-19) akan lebih besar, ini akan semakin berbahaya bagi kami maupun masyarakat Bali yang lain,” sebutnya.

“Kami berharap pemerintah (Pemprov Papua) dapat lebih serius melihat permasalahan kami terkait tempat tinggal ini. Karena kami ini kan juga SDM Papua, kedepan yang akan membangun Papua kan kami juga. Kalau pemerintah gak liat kami nanti siapa yang akan bangun Papua,” pintanya.

IMMAPA sendiri merupakan organisasi yang menghimpun mahasiswa dan pelajar asal Papua yang ada di Bali, khususnya Kota Denpasar.

Jumlah anggota ada kurang lebih 800an orang. Kegiatan yang rutin dilakukan diantaranya seperti peringatan Hut, perayaan Natal,  ibadah bersama dan juga kajian-kajian isu sektoral sosial, ekonomi, politik dan budaya, mulai dari perampasan tanah hingga demiliterisasi jika ada kesalahan yang dilakukan oleh militer di Papua.

Artikel ini telah dibaca 191 kali

loading...
Baca Lainnya

Bhayangkari Daerah Banten dan Cabang Kota Tangerang Beri Bantuan untuk Anggota Nakes

TANGERANG – Pengurus Bhayangkari Daerah Banten dan Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Tangerang memberikan bantuan tali...

25 September 2020, 22:35 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Komunitas GO Graber Jadi Pelopor Patuh Protokol Kesehatan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kembali melaksanakan pembinaan komunitas untuk...

25 September 2020, 22:28 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi, 48 Pelanggar Dihukum Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi bersama...

25 September 2020, 22:20 WIB

Intensifkan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja Sanksi 45 Warga Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar Operasi Yustisi di 11...

25 September 2020, 21:50 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Jemaah Salat Jumat Doakan Pandemi Berakhir

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak jemaah Salat Jumat untuk...

25 September 2020, 21:40 WIB

Gelar Operasi Yustisi di 10 Lokasi, Polsek Balaraja Tindak 36 Pengendara

TANGERANG – Setidaknya 36 warga masyarakat disanksi oleh petugas gabungan lantaran tidak menggunakan masker saat...

25 September 2020, 21:30 WIB

loading...