Rabu, 24 Juni 2020 - 17:36 WIB

Sekretaris Partai Gerindra Kabupaten Badung, Ketut Sugiana. (Foto: net)

Sekretaris Partai Gerindra Kabupaten Badung, Ketut Sugiana. (Foto: net)

Dibanding AA. Gde Agung Peningkatan PAD Periode Giri Prasta Jauh Turun

Badung – Kepemimpinan Kabupaten Badung tahun sekarang disebut-sebut dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) jauh turun di bawah dengan kepemimpinan periode tahun 2011-2015. Keadaan ini diungkap I Ketut Sugiana selaku Sekretaris Gerindra Kabupaten Badung.

Ditegaskan Sugiana, ini dapat dilihat dari sisi peningkatan pendapatan ketika dibandingkan periode Bupati AA. Gde Agung mencapai 21,8 persen. Sementara saat sekarang dalam kepemimpinan Giri Prasta 2016 sampai 2019 sebelum pandemi Covid-19 dikatakan hanya 10,2 persen.

“Namun jika dilihat dari sisi pertumbuhan peningkatan pendapatan kalau kita bandingkan dengan Bupati AA. Gde Agung tahun 2011-2015, kenaikan PAD kita sebesar 21.8 persen,” kata Sugiana, Selasa (23/6)

“Memang, Kabupaten Badung semenjak kepemimpinan yang sekarang menggunakan angka itu (21.8%) sebagai target pertumbuhan pendapatan, tetapi di tahun 2017 tidak tercapai. Dimana selisihnya itu, saya menghitung ada sebesar Rp 1,1 triliun, kalau kita pasang rata-rata pertumbuhan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Sedangkan di tahun 2018 diungkap Sugiana kembali tidak tercapai, hingga Rp 2,4 triliun. Begitu juga di tahun 2019, sama tidak tercapai terhitung sebesar Rp 600 miliar. Akumulasi keseluruhan mencapai Rp 3,9 triliun tidak tercapainya peningkatan pendapatan dari kurun waktu periode sebelumnya 21,8 persen.

“Penurunan ini akan berdampak pada belanja. Karena pos-pos belanja berpedoman pada besaran pendapatan yang kita pasang. Jadi di sana kan ada asumsi-asumsi ekonomi yang akan kita jadikan pedoman untuk membuat target pendapatan. Di samping kita melihat target pertumbuhan tiap tahun,” jelas Sugiana.

Lebih lanjut dijelaskan, ada dua penyebab kondisi itu terjadi. “Pertama kinerja dari aparatur di bidang pendapatan yang kurang profesional, tidak disiplin bekerja, ogah-ogahan bekerja misalnya, itu bisa menyebabkan target pendapatan tidak tercapai atau rendah,”

” Yang kedua, mungkin dari semua pendapatan pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak tidak semuanya masuk ke dalam kas daerah. Kan bisa jadi, ada dana yang seharusnya masuk ke rekening daerah, tapi karena satu dan lain hal ini gak masuk, kan bisa saja terjadi,” jelasnya.

“Padahal kan aparatur SKPD (organisasi perangkat daerah) di bidang pendapatan ini kan sama dengan periode kepemimpinan sebelumnya. Orang-orangnya kan itu-itu juga. Kenapa sebelumnya tercapai, kenapa sebelumnya terlampaui, tapi kenapa di periode ini seluruhnya tidak tercapai, padahal aparatur pelaksana pendapatannya itu sama, yang beda adalah pemimpinnya,” tambahnya.

“Ya bisa dikatakan seperti itu. Kalau pajak yang telah dibayarkan oleh wajib pajak tidak masuk ke dalam kas daerah yang seharusnya. Jelas itu kan sudah masuk unsur KKN (korupsi). Jadi itu kerugian negara di situ. Bisa dikatakan masalahnya ada dua di sini, pertama pegawai yang bertugas di bidang pendapatan tidak maksimal, tidak profesional atau yang kedua di sini ada dugaan penggelapan,” singgung Sugiana.

Artikel ini telah dibaca 239 kali

loading...
Baca Lainnya

Wabup Barsel Aty Djoedir Rayakan Ultah Ke-64 Tahun

Buntok – Wakil Bupati Kabupaten Barito Selatan, Satya Titik Atyani Djoedir merayakan ulang tahunnya yang...

19 September 2020, 06:16 WIB

3 Pilar Tangerang Gelar Operasi Yustisi di Pasar Sentiong Balaraja

TANGERANG – Tiga pilar Kabupaten Tangerang yakni Polresta Tangerang, Pemkab Tangerang, dan Kodim 0510 Tigaraksa...

18 September 2020, 21:33 WIB

Polsek Cisoka Edukasi Komunitas Pedagang Terkait Protokol Kesehatan

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar sosialisasi dan edukasi terkait penerapan...

18 September 2020, 21:19 WIB

Disiplinkan Masyarakat Terapkan Prokes, Polsek Tigaraksa Bagi-bagi Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang Polda Banten membagikan ratusan masker kepada santri Pondok...

18 September 2020, 21:15 WIB

Operasi Prokes, Polsek Kronjo Temukan Puluhan Masyarakat Tak Pakai Masker

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang menggelar operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Pasar Baru...

18 September 2020, 21:00 WIB

Kapolresta Tangerang Cek Pelaksanaan Protokol Kesehatan di PT. Pemi Balaraja

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di...

18 September 2020, 20:55 WIB

loading...