Jumat, 21 Agustus 2020 - 23:49 WIB

Otsus Mampu Ciptakan Kesejahteraan Papua

Oleh : Rebecca Marian

Otonomi khusus di wilayah Papua akan berakhir tahun 2021 dan akan diperpanjang lagi. Semua rakyat Papua mendukung otsus jilid 2 karena terbukti mensejahterakan seluruh masyarakat di sana. Sudah banyak anak yang mendapat pendidikan layak dan rakyat Papua sangat terbantu dengan infrastruktur yang dibangun pemerintah.

Otsus adalah keistimewaan yang diberikan kepada wilayah Papua sehingga mereka bisa mengatur daerahnya, dan pejabatnya juga warga asli sana. Pemerintah lokal di Papua mendapat gerojokan dana untuk membangun bumi cendrawasih. Otsus yang akan diperpanjang untuk 20 tahun mendatang sangat didukung oleh warga asli Papua karena menguntungkan.

Wilayah yang penduduknya bahagia karena mendapat fasilitas dari otsus adalah Distrik Demta dan Kampung Kamdera, Jayapura. Mereka bisa mengakses listrik seharian penuh. Ada PLTA Orya Genyem yang jadi sumber daya listrik. Produktivitas warga jadi meningkat karena malam hari terang, bisa aman berjualan, dan anak-anak mengerjakan PR dengan tenang.

Infrastruktur dibangun dengan gencar di Papua sejak ada otonomi khusus. Kantor imigrasi di perbatasan direnovasi agar layak, bersih, dan tidak lagi kumuh seperti dulu. Kehidupan di wilayah Papua juga makin makmur karena harga BBM turun drastis jadi hanya 10.000 rupiah per liter, dari yang sebelumnya mencapai 100.000, sejak ada kebijakan BBM 1 harga.

Ferdinando Solossa, ketua DPRD Kabupaten Maybarat menyatakan bahwa otsus sangat bermanfaat bagi Papua. Ada 4 program prioritas, yakni aspek kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dana yang diberi juga meningkat, bahkan di pemerintahan Presiden Jokowi mencapai trilyunan rupiah (sebelumnya hanya milyaran).

Ferdinando melanjutkan bahwa sebaiknya pada program otonomi khusus tidak hanya ada pemberian dana, namun juga pemberian kewenangan. Sehingga pemerintah daerah Papua bisa memaksimalkan penggunaannya dan anggaran itu bisa dibuat jadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarkat di bumi cendrawasih. Pejabat daerah tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya.

Tak hanya untuk membangun gedung, dana otsus juga dialokasikan pada bidang pendidikan. Pemerintah lokal mengatur 30% anggaran otsus agar sarana dan prasarana sekolah diatur dengan layak. Ada pula pemerataan fasilitas di sekolah, di seluruh wilayah Papua. Jadi, anak-anak di bumi cendrawasih dijamin mendapat pendidikan yang layak, untuk masa depan mereka.

Pembangunan pada masa otsus bukan hanya sebatas fisik gedungnya. Billy Mambrasar, staf khusus Presiden Joko Widodo, menyebutkan bahwa otsus adalah pembangunan jiwa raga. Jadi kemajuan di bidang edukasi juga penting karena merupakan investasi pembangunan manusia. Otonomi khusus adalah proses menuju kemajuan di Papua agar terjadi pemerataan.

Tak heran banyak warga Papua yang menyetujui otonomi khusus. Mahasiswa Papua yang merantau ke Jawa ikut mendukung otsus, karena membuat daerah asal mereka makin maju. Bahkan Papua ditunjuk jadi wilayah yang menyelenggarakan PON tahun depan. Pemilihan ini karena bumi cendrawasih dianggap punya infrastruktur yang baik, yang merupakan hasil otsus.

Pemberian dana otsus yang nominalnya sangat besar juga wajib disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat Papua. Dalam pembangunan di sana menggunakan anggaran otsus, maka bisa saja ada kesalahan dan hal ini bisa dievaluasi. Masyarakat juga boleh memberi masukan agar program-program dalam pembangunan saat otsus berjalan dengan baik.

Sayangnya ada golongan masyarakat yang kurang paham dan menganggap tahun 2021 nanti otsus akan berakhir. Pemerintah daerah gencar memberi sosialisasi tentang otsus jilid 2. Mereka jadi mengerti dan mendukung otonomi khusus, karena akan membuat daerah Papua maju.

Otsus di Papua akan dilanjutkan karena program ini terbukti membuat wilayah tersebut maju, baik di dalam infrastruktur, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi. Masyarakat di bumi cendrawasih jadi bisa menikmati jalan yang mulus dan menghemat waktu perjalanan. Anak-anak juga dijamin mendapat pendidikan yang layak.

Penulis adalah mahasiswi Papua tinggal di Jakarta

Artikel ini telah dibaca 197 kali

loading...
Baca Lainnya

Lagi, Baharkam Polri ungkap 25 Ton Pottasium Chlorate untuk Bom Ikan

SURABAYA – Puluhan ton bahan peledak untuk bom ikan diamankan polisi dari sebuah gudang di...

18 Januari 2021, 17:49 WIB

Kesaksian Petugas Damkar Dengar Suara Minta tolong Saat Pencarian SJ182

Jakarta – Video petugas Damkar Kepulauan Seribu saat mencari korban jatuhnya Sriwijaya Air mendadak viral...

Petugas gabungan meletakkan serpihan pesawat di Posko Evakuasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu, 10 Januari 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

17 Januari 2021, 23:43 WIB

Masyarakat Adat Papua Dukung Vaksinasi Covid-19

Oleh : Abner Wanggai Vaksinasi corona nasional sudah dimulai di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua...

17 Januari 2021, 22:02 WIB

Literasi Nilai-Nilai Pancasila di Medsos Cegah Radikalisme

Oleh : Aldia Putra Organisasi radikal terus bergerilya walau statusnya telah dibubarkan. Mereka menggunakan media...

17 Januari 2021, 21:41 WIB

Pemerintah Siapkan Draft Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Oleh: Deka Prawira Saat ini, Pemerintah Pusat masih tetap menyerap aspirasi masyarakat dalam menyusun aturan...

17 Januari 2021, 21:13 WIB

Keren, Rumah Makan Gubug Gurame dan Saputra Tour and Travel Sukses Kembali Adakan Acara Sunatan Massal  

Setelah sukses mengadakan kegiatan sunatan massal selama tiga kali pada tahun 2020, Rumah makan Gubug...

17 Januari 2021, 14:09 WIB

loading...