Selasa, 26 Januari 2021 - 07:28 WIB

Alumnus Non-muslim SMKN 2 Padang: Sekolah Tidak Paksa Pakai Jilbab

Padang, – Alumnus SMKN 2 Padang, Delima Febria Hutabarat, merupakan seorang non-Muslim sekolah di SMKN 2 Padang sejak 2008-2011 merasa tidak pernah ada pemaksaan untuk memakai jilbab.

Delima merasa lingkungan sekolahnya dulu tidak pernah mempersoalkan perbedaan agama dan aturan berpakaian Muslim di sekolah. Selama di SMKN 2 Padang, ia tidak merasa keberatan dengan aturan sekolah harus memakai rok panjang, baju kurung lengan panjang dan memakai kerudung.

“Sekolah tidak memaksakan harus memakai jilbab. Dan guru-guru kami itu sangat menghormati perbedaan agama dan keyakinan. Makanya heran kenapa sekarang heboh-heboh mengenai aturan pakaian,” kata Delima, Minggu (24/1/21).

Baca juga: Mendikbud Apresiasi Gerak Cepat Pemda Soal Kasus SMKN 2 Padang

Siswi Non-muslim Diminta Berjilbab, Kadisdik Sumbar Langsung Tegas Merespon

Kadis Kominfo Pasaman Tuding Kabag Hukum Tak Tahu Teknologi

Delima mengatakan dia adalah penganut Nasrani. Karena itu tidak ada aturan dalam agamanya harus menggunakan jilbab.

Tapi Delima merasa dulu waktu masih sekolah, ia tidak keberatan memakai pakaian seragam baju kurung, rok panjang dan pakai jilbab. Karena menurut dia, memakai pakaian yang identik dengan pakaian Muslim tidak mengubah keyakinan dan kepercayaan terhadap agama yang ia anut.

“Tidak masalah memakai jilbab selagi tidak merusak keimanan. Cuma menutup kepala kan bukan berarti keimanan jadi berubah,” ujar Delima.

Ketika baru masuk SMKN 2 Padang tahun 2008 lalu, orang tua Delima memang sempat mempertanyakan kenapa dirinya memakai jilbab. Tapi Delima meyakinkan orang tuanya bahwa semua murid di sekolahnya memakai pakaian berjilbab sehingga ia juga ingin seragam dengan teman-teman yang lain.

Selain mengenai berpakaian, Delima dan teman-temannya juga tidak pernah merasa risih bila ada acara-acara keagamaan mayoritas di SMKN 2 Padang. Karena para guru memberi kebebasan bagi siswa-siswi non Muslim untuk ikut atau tidak.

“Guru-guru memberi kebebasan (kepada kami non-Muslim). Sehingga tidak ada kami dulu yang merasa didiskriminasi,” kata Delima dilansir dari Republika.co.id.

Artikel ini telah dibaca 84 kali

Baca Lainnya

BPBD Damkar Bartim Semprotkan Disinfektan di Rutan dan Pasar Tamiang Layang

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten...

3 Maret 2021, 17:38 WIB

Rimau Group Berikan Bantuan Masker kepada BPBD Damkar Barito Timur

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Rimau Group yang bergerak di bidang pertambangan batubara di wilayah...

3 Maret 2021, 16:52 WIB

Polresta Tangerang Ringkus Pelaku yang Curi Motor Pemancing

TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten meringkus 2 orang pria berinisial MR...

3 Maret 2021, 16:43 WIB

UD Tani Mandiri Malaka Melayani Pupuk Bersubsidi di 4 Kecamatan

Malaka, NTT, deliknews – Pengecer UD Tani Mandiri di Desa Laleten Kecamatan Weliman menjual pupuk...

3 Maret 2021, 15:10 WIB

Polres Gayo Lues Amankan Tersangka Transaksi Satwa Dilindungi

Kepolisian Polres Gayo Lues, Provinsi Aceh berhasil mengamankan tersangka transaksi satwa yang dilindungi dalam kondisi...

3 Maret 2021, 15:09 WIB

Program Pos Sanjung, Kapolresta Tangerang Kunjungi Kediaman Anggota dan ASN

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melaksanakan kegiatan Polisi Selasa Berkunjung (Pos...

3 Maret 2021, 11:29 WIB

loading...