Jubir Pemprov Sumbar Sebut Sapi Gemuk Sulit Hamil

Bantuan Sapi Pemprov Sumbar, tidak diberikan kandang, obat - obatan dan vitamin.
Bantuan Sapi Pemprov Sumbar, tidak diberikan kandang, obat - obatan dan vitamin.

Padang, – Gubernur Sumbar Mahyeldi dikonfirmasi pada (17/12/21) soal bantuan Sapi yang kurus dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kepada kelompok masyarakat, tidak merespon, sehingga pada (28/12/21) tayang berita dengan judul Gubernur Mahyeldi Bungkam Dikonfirmasi soal Bantuan Sapi Kurus Kerempeng“.

Kemudian 2 hari usai dikonfirmasi, Mahyeldi mengirimkan link berita kepada deliknews.com via WhatsApp (29/12/21) yang di dalamnya berisi bantahan dari Juru Bicara (Jubir) Pemprov Sumbar, Jasman Rizal, terhadap pernyataan pengadaan Sapi tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak bahkan sampai membawa-bawa nama kepala daerah.

Jasman Rizal menyebut adanya anggapan Sapi yang kurus tidak berkualitas, sebaliknya Sapi yang gemuk akan sulit hamil.

“Adanya anggapan bahwa sapi yang diserahkan adalah sapi yang tidak berkualitas karena kurus, dapat dijelaskan bahwa sapi yang baik untuk calon indukan memang sebaiknya tidak gemuk karena akan sulit hamil,” jelas Jasman dilansir dari antaranews

Baca juga: Bantuan Ternak dari Pemprov Sumbar Diduga Gagal Perencanaan

Ditolak Warga, Ternyata Bebek Bantuan Pemprov Sumbar Belum Cukup Umur

Dikatakan Jasman pengadaan Sapi oleh Pemprov Sumbar telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, sesuai spesifikasinya dan dilaksanakan melalui lelang terbuka.

Ditegaskannya, tidak ada campur tangan dinas Peternakan dan Keswan, apalagi campur tangan Gubernur, Wakil Gubernur dan lain-lain. Dalam hal ini dipastikan Gubernur, Wakil Gubernur tidak ikut campur dalam proses pelelangan apalagi menentukan pemenang lelang.

Dinas Peternakan dan Keswan Sumbar hanya menyiapkan spesifikasinya sesuai kebutuhan. Pengadaan itu juga bukan dimaksudkan untuk beli sapi bibit, tetapi sapi untuk dibudidayakan.

Setelah proses lelang selesai oleh ULP, kemudian sapi yang telah datang dicek kembali oleh Dinas Peternakan dan Keswan Sumbar, apakah telah sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak atau tidak. Setelah cocok dan sesuai dengan spesifikasi, barulah Dinas Peternakan dan Keswan Sumbar menyerahkannya kepada kelompok masyarakat penerima yang telah ditetapkan sebelumnya.

Spesifikasi sapi bantuan itu adalah sapi lokal untuk menjadi indukan. Bisa sapi Bali, sapi Madura, sapi Pesisir ataupun sapi PO. Tinggi minimal 110 cm, umur maksimal i3 atau giginya sudah tumbuh tiga pasang, dan bunting atau tidak bunting. Khusus yang bunting diperiksa dengan USG. Sementara persyaratan tentang beratnya tidak ada, karena dibeli sapi betina untuk pengembangbiakan, bukan sapi jantan untuk penggemukan. Yang penting sapinya sehat dan mau makan.

Selain itu akibat proses pengiriman sapi, serta adanya perbedaan iklim dan perlakuan bisa membuat penyusutan bobot sapi. Disitulah kemudian tugas kelompok untuk merawatnya dengan baik hingga bobotnya bisa kembali normal, sehat, birahi, kawin lalu bunting dan melahirkan.

Terkadang, dalam proses pengiriman ternak, misalnya dari pulau Jawa, juga bisa terjadi penyusutan berat badan ternak. Hal ini bisa dikarenakan stress dan atau perbedaan iklim.

Sebelum dikirim ke kelompok masyarakat penerima, ternak itu dikarantina dulu selama 7 (tujuh) hari di “holding ground” lalu dilanjutkan lagi dengan perawatan oleh kelompok dan yang terpenting, Dinas Peternakan dan Keswan memberi garansi jika selama seminggu setelah diserahkan sapinya mati, akan diganti oleh penyedia.

Untuk diketahui, Gubernur Sumbar Mahyeldi juga telah dikonfirmasi pada (28/12/21) terkait bantuan ternak dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang tidak dilengkapi dengan bantuan kandang, obat – obatan dan vitamin sebagaimana perencanaan awal, sehingga tidak tertutup kemungkinan ini menjadi penyebab bantuan ternak Pemprov Sumbar banyak yang mati setelah diterima masyarakat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi belum menanggapi konfirmasi terkait persoalan tersebut, hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Pos terkait

loading...