Pendapatan Wisata dan Olahraga Bukittinggi Tidak Dapat Ditelusuri Rp624 Juta

Gapura Kebun Binatang Bukittinggi
Gapura Kebun Binatang Bukittinggi

Bukitinggi, – Pendapatan retribusi tempat Wisata dan Olahraga di Kota Bukittinggi tidak dapat ditelusuri tahun 2020 sebesar Rp624 juta menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Diketahui pada tahun 2019, penerimaan retribusi Kebun Binatang dan Panorama tidak langsung dipindahkan per tanggal transaksi. Sehingga penerimaan transaksi retribusi tidak dapat diyakini ketepatan perhitungannya.

Dinas Pariwisata tidak melakukan pendataan jumlah pengunjung yang masuk sebagai pembanding pendapatan retribusi Kebun Binatang atas data pengunjung yang dibuat oleh vendor. Dinas hanya menerima data dan pendapatan retribusi dari vendor dan BRI tanpa data realisasi pengunjung per hari.

Baca juga: Wawako Bukittinggi Keberatan Dikonfirmasi Pertanggungjawaban Uang Negara Pembangunan SDN 08 Campago Ipuh

Proyek BWSS V Padang Ambruk Diduga Asal Jadi, Polresta Bukittinggi Turun Tangan

Pembangunan SDN 08 Campago Ipuh Bukittinggi Berpotensi Rugikan Negara Rp2 Miliar

Kemudian untuk tahun 2020 ditemukan jumlah penerimaan retribusi berdasarkan rekapitulasi setruk top up dan setruk cek saldo tidak sesuai dengan penerimaan pada rekening bank.

Penerimaan selama tahun 2020 sebesar Rp10.687.950.162,00, sedangkan jumlah penerimaan retribusi yang masuk rekening penampungan dan yang ditransfer ke rekening Kas Daerah hanya sebesar Rp10.397.727.533,00, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp290.222.629,00.

Selanjutnya masih tahun 2020 jumlah penerimaan pada dashboard tidak sesuai dengan jumlah penerimaan pada rekening bank. Penerimaan seharusnya adalah sebesar Rp11.022.365.000,00. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan jumlah penerimaan menurut rekening penampungan pada BRI dan yang ditransfer ke rekening Kas Daerah yaitu sebesar Rp10.397.727.533,00, atau terdapat selisih kekurangan penerimaan sebesar Rp624.637.467,00.

Kepala Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemko Bukittinggi, Hendri, dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan permasalahan ini dalam pengawasan Inspektorat Kota Bukittinggi.

“Kemaren saya klarifikasi sama staf, bahwa terkait hal di atas dalam pengawasan inspektorat Kota Bukittinggi,” kata Hendri, Selasa (12/4/22).

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.