Proyek BWSS V Padang Ambruk Diduga Asal Jadi, Polresta Bukittinggi Turun Tangan

Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam milik BWSS V Padang baru di PHO sudah ambruk berkeping - keping disebut akibat banjir. (foto baru ambruk 2 Februari 2022 dan sedang perbaikan yang belum selesai, Senin 21 Februari 2022).
Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam milik BWSS V Padang baru di PHO sudah ambruk berkeping - keping disebut akibat banjir. (foto baru ambruk 2 Februari 2022 dan sedang perbaikan yang belum selesai, Senin 21 Februari 2022).

Padang, – Persoalan ambruknya Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo Kabupaten Agam pada 2 Februari 2022 kemarin membuat banyak masyarakat Sumatera Barat kecewa hingga menjadi perhatian Polresta Bukittinggi.

Proyek tersebut baru serah terima (PHO) sekira 1 bulan antara PT. Daka Megaperkasa dengan Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang, namun sudah ambruk berkeping – keping disebut akibat banjir.

Baca juga: Baru Serah Terima, Proyek BWSS V Padang Habiskan Dana Rp12 Miliar Hancur

Proyek Kementerian PUPR Ambruk Berkeping – keping Ternyata Dibangun di Atas Tanah Labil

Kapolresta Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara melalui Kasat Reskrim AKP Ardiansyah Rolindo Saputra kepada deliknews.com mengatakan akan menindaklanjuti informasi ambruk Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo dan infoemasi dugaan penggunaan material ilegal, Senin (21/2/22).

Diketahui proyek BWSS V Padang ini menghabiskan APBN Rp12,9 miliar. Ada menduga ada main mata pihak dinas dengan rekanan sehingga pekerjaan bisa di PHO sebab terpantau sangat banyak retakan di bangunan berpotensi akan ambruk juga.

Tidak hanya itu, menurut informasi yang diterima, ambruknya Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo pada 2 Februari 2022, merupakan kejadian kedua kalinya. Sebelumnya juga telah ambruk di segmen yang berbeda dan bukan akibat dari banjir.

Sementara menurut Humas PT. Daka Megaperkasa, Rio, proyek yang dikerjakan sudah sesuai spek dan kerusakan bangunan diakibatkan banjir besar. Pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap bangunan yang ambruk.

Terkait informasi dugaan penggunaan material ilegal, Humas PT. Daka Megaperkasa, Rio Febrianto telah dikonfirmasi membantah informasi tersebut.

Rio menyebut material Pasir dari Padang Sawah dan Batu dari Payakumbuh. Selanjutnya deliknews.com mengirimkan dokumentasi diduga material batu gunung tidak berizin di lokasi proyek, Rio malah tidak dapat menjelaskan.

Baca juga: Baru PHO Proyek Ambruk Berkeping-keping, Ini Kata BWSS V Padang dan PT. Daka Megaperkasa

Polres Agam Lidik Aktivitas Kuari Ilegal di Palembayan

Sebelumnya Kasatker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS-IAKR Provinsi Sumbar, Yusma Elfita dikonfirmasi juga menyebutkan karena terdampak banjir.

Pada (21/2/22) deliknews.com mengirimkan dokumentasi kepada Yusma Elfita, banyaknya retakan sepanjang bangunan proyek, kemudian retakan itu ditempel dengan coran, diduga tidak memperhitungkan ketahanan hanya menghilangkan jejak retakan tersebut.

Salah satu retakan di bangunan proyek hanya dicor diduga untuk menghilangkan jejak tanpa memperhitungkan ketahanan, Senin (21/2/22).
Salah satu retakan di bangunan proyek hanya dicor diduga untuk menghilangkan jejak tanpa memperhitungkan ketahanan, Senin (21/2/22).

 

Bangunan bekas ambruk terlihat rapuh, Senin (21/2/22).
Bangunan bekas ambruk terlihat rapuh, Senin (21/2/22).

Tidak hanya itu, terhadap Yusma Elfita juga dikirimkan dokumentasi bekas perbaikan terhadap bangunan yang runtuh sebelumnya bukan karena banjir.

Kepada Yusma Elfita dikonfirmasi kenapa Ia selaku Kasatker dan pihak PPK bisa melakukan PHO pekerjaan yang demikian. Yusma Elfita tidak memberikan penjelasan, namun malah menyuruh konfirmasi kepada PPK, Satriawan.

Sementara Satriawan selaku PPK, juga tidak menjawab konfirmasi terkait pertanyaan yang diajukan kepada Yusma Elfita juga dikirimkan kepadanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Padang belum bisa menjelaskan kenapa bisa melakukan PHO terhadap Proyek Pengendalian Banjir Batang Tambuo setelah dikirimkan dokumentasi keadaan proyek tersebut.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.