SPBU Di Kecamatan Geger Nakal : Diduga Masih Layani Pembelian Pertalite Gunakan Jerigen, Hingga Kendaraan Dengan Tangki Yang Dimodif.

MADIUN,deliknews.com Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54-631-06 Di Wilayah Kecamatan Geger Kabupaten Madiun tepatnya di Desa Purworejo “Nakal”, diduga masih melayani pembelian Pertalite gunakan Jerigen atau Drum(tong) bahkan kendaraan dengan tangki yang dimodif.

Dari pantauan Awak Media ini Jum’at (08/07/22) kegiatan tersebut berlangsung terang-terangan yang terkesan ada kerjasama atau ada uang mel (Tips) kepada operator SPBU. Bahkan kendaraan-kendaraan tersebut lebih di prioritaskan dalam pelayanan pembelian Pertalite,hanya dengan putar atau keluar masuk SPBU untuk menyiasati antrian pengendara yang lain.

Keterangan Foto : petugas operator SPBU yang sedang melayani pembelin Pertalite menggunakan jurigen atau Drum(tong).

Jika mengacu pada Kepmen ESDM No. 37 Tahun 2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan(JBKP) yang memaparkan adanya perubahan status Pertalite menjadi bahan bakar penugasan. Dengan jelas Pertamina melarang SPBU untuk melayani pembelian Pertalite menggunakan jeriken atau drum untuk diperjual belikan kembali di level pengecer.

Saat awak media berusaha konfirmasi kepada mandor atau penanggung jawab SPBU namun tidak ada. Kejadian itupun juga dibantah oleh operator yang bertugas.

” Tidak ada mas,pembelian menggunakan jurigen tidak boleh.” Jawab salah satu operator yang ada dikantor dengan nada tinggi.

Namun saat ditunjukkan pembelian dengan menggunakan jerigen yang masih berlangsung, petugas operator SPBU terkesan menghindar dan masuk kantor.

Aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jeriken ini telah sesuai dengan dengan Surat Edaran Menteri ESDM No. 13 Tahun 2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.

Hal ini Sebagai berkomitmen memastikan penyaluran JBKP yang didalamnya terdapat unsur subsidi atau kompensasi harga dan alokasi kuota agar pendistribusian Pertalite dapat tepat sasaran sesuai dengan regulasi yang berlaku.

 

 

 

 

Koordinator Liputan Madiun Raya : Wahyu Dianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.