Bali  

Merdeka..! Ada Petisi Sindir Politisi di HUT Puputan Badung

Caption: Pemasangan bendera Merah Putih oleh semeton puri di Monumen Ida Cokorda Pemecutan IX

Denpasar – Perang Puputan Badung merupakan peristiwa heroik perlawanan rakyat Bali terhadap penjajah Belanda pada 20 September 1906. Dalam kacamata budaya, puputan adalah tradisi masyarakat Bali dalam berperang dengan pantang menyerah dilakukan secara habis-habisan sampai titik darah penghabisan.

Ketua Panitia Peringatan Perang Puputan Badung ke-116, AA. Ngurah Putra Darmanuraga, yang didampingi Sekretaris AA. Ngurah Santiarsa, dan Bendahara AA. Ngurah Agung menjelaskan, bahwa acara budaya ini dilaksanakan secara sederhana lantaran anggaran sangat terbatas namun tidak mengurangi makna peristiwa heroik ini sebagai momentum bersejarah perjuangan rakyat Badung melawan Belanda.

“Setelah lama kita vakum, maka Kami menggelar acara budaya ini secara sederhana karena terbatasnya anggaran,” jelasnya kepada awak media di Puri Pemecutan, Denpasar, Minggu, (18/09/2022)

Acara Peringatan Perang Puputan Badung ini, kata AA. Ngurah Putra Darmanuraga semestinya menjadi perayaan yang dimotori pemerintah, baik pemerintah pusat, Provinsi Bali maupun Kota Denpasar dan juga Kabupaten Badung.

Mengingat lanjutnya, peran kerajaan-kerajaan di Indonesia memberikan kontribusi besar atas kemerdekaan RI sehingga terbentuk sebagai suatu bangsa dan negara yang merdeka dan berdaulat.

“Kontribusi itu salah satunya Kerajaan Badung. Bentuk perlawanan yang dibuktikan melalui Perang Puputan Badung yang kita kenal sekarang sebagai suatu momen sejarah perlawanan rakyat Bali terhadap penjajahan Belanda. Cakupannya adalah menyangkut perjuangan anak bangsa dalam melawan penjajah,” bebernya.

Ia pun, menyesalkan perhatian pemerintah sangat kurang terhadap keberadaan Puri, khususnya Puri Agung Pemecutan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawan dan menghargai sejarah.

“Kalau masalah politik, Puri selalu dilibatkan. Pokoknya nomor satu menjadi perhatian politisi. Tapi setelah mereka duduk di pemerintahan, sudah lupa,” singgung

Sembari menambahkan bahwa sudah beberapa kali usulan belum satupun dikabulkan. “Kami tidak katakan semua Puri tidak mendapat perhatian pemerintah, mungkin Puri lain sudah ada yang mendapat bantuan pemerintah, tapi Puri Agung Pemecutan diabaikan,” tegas AA. Ngurah Putra Darmanuraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.