Setelah berjalannya bulan Syawal, kita sering menjumpai kerap berdatangannya undangan pernikahan atu dikenal dengan walimatul urs dalam Islam. Undangan datang silih berganti menghampiri, yaitu mulai dari undangan tetangga, kakak tingkat, kerabat hingga teman sejawat. Dalam ajaran agama Islam mengenai hal ini, terdapat beberapa hal yang hendaknya diperhatikan oleh setiap kita, selaku orang yang diundang ke walimah nikah, salah satunya adalah doa pengantin.
Memenuhi Undangan Pernikahan
Pada intinya, wajib hukumnya bagi seseorang memenuhi undangan. Sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا
“Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah” (HR. Bukhari no. 5173).
Bahkan, orang yang sedang berpuasa pun tetap wajib untuk memenuhi undangan walimah urs tersebut, sebagaimana hadis riwayat di bawah ini :
إذا دعي أحدكم إلى طعام فليجب، فإن كان مفطراً فليطعم، وإن كان صائماً فليصل. يعني: الدعاء
“Bila salah seorang diantara kalian diundang menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika ia tidak sedang berpuasa maka hendaklah ia ikut makan. Dan jika ia sedang berpuasa hendaknya ia mendoakan” (HR. Muslim no. 1431).
- Mendoakan Keberkahan Bagi Pengantin Pria dan Wanita
Sejatinya, terdapat beberapa lafazh doa untuk pengantin yang dianjurkan untuk dibaca dalam hal ini. Diantara doa pengantin yang sudah tidak asing di telinga kita tersebut adalah doa yang terdapat pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Doa tersebut adalah sebagai berikut :
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
“Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan” (HR. Abu Dawud no. 2130).
Adapun, doa-doa tersebut dapat dilihat di dalam kitab Adabuz Zifaf, yaitu buah karya dari Syaikh Al-albani.
- Mendoakan Orang yang Mengundang Setelah Selesai Makan
Syariat Islam sangatlah sempurna, di mana mengatur setiap detail permasalahan tentang kehidupan. Juga tidak luput mengenai hal adab saat kita diundang. Diantara beragam sunnah yang sering terlupakan adalah mendoakan orang yang mengundang setelah selesai makan. Diantara doa yang disunnahkan untuk dibaca tersebut adalah sebagai berikut :
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ، وَبَاِرِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ
“Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka” (HR. Ahmad IV/187-188).
Atau bisa pula dengan doa di bawah ini :
اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي
“Ya Allah, berikanlah makan kepada orang yang telah memberi makan kepadaku, dan berkahilah minum kepada orang yang telah memberi minum kepadaku” (HR. Muslim no. 2055).
Saat Anda menghadiri akad nikah (walimah) atau pesta resepsi pernikahan seseorang, kata ucapan pernikahan yang umumnya disampaikan adalah “Semoga sawawa, ya!” atau “Sakinnah Mawaddah warrahmah.” Memang ucapantersebut adalah doa baik, tetapi bukan doa untuk pasangan yang baru menikah. Berikut adalah doa yang tepat bagi pengantin baru.
Diriwayatkan fari Abu Hurairah R.A., beliau berkata, “Adalah Nabi Muhammad S.A.W. bila memberi ucapan kegembiraan terhadap seseorang yang menikah, Rasulullah mendoakan:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Artinya:
“Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadamu dan keberkahan atas pernikahanmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasa`iy, dan Ibnu Majah).”
Itulah doa yang tepat untuk pasangan yang baru saja menikah.Anda bisa membacakan doa ini kemudian mengucapkan “Samawa”. Jika Anda tidak sempat bertemu, Anda dapat mengirimkan doa tersebut dalam ucapan pernikahan pada saudara atau teman yang menikah.
