Surabaya – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, menargetkan perolehan tujuh medali emas untuk tim pencak silat Kota Surabaya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 yang akan digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pada 28 Juni hingga 2 Juli 2025 mendatang.
Cabang olahraga (cabor) pencak silat Kota Surabaya pun telah menyiapkan berbagai langkah untuk merealisasikan target tersebut. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menggelar sejumlah pertandingan persahabatan, baik di dalam maupun luar negeri.
Pelatih silat Surabaya, Nur Azmi Rifai, menjelaskan bahwa uji tanding sudah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk melawan tim nasional Malaysia.
“Beberapa pertandingan persahabatan sudah kami lakukan, termasuk uji coba melawan Timnas Malaysia,” ujar Nur Azmi dalam keterangan resmi IPSI.
Selain uji tanding internasional, IPSI Surabaya juga menggelar pertandingan melawan sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang, sebagai bagian dari pematangan teknik dan strategi atlet.
“Sesuai target yang ditetapkan oleh Ketua Umum IPSI Kota Surabaya, Bapak Bambang Haryo Soekartono, kami menargetkan perolehan medali emas antara lima hingga tujuh,” jelas Nur Azmi.
Target tujuh emas tahun ini meningkat dibandingkan capaian pada Porprov 2023, di mana tim silat Kota Surabaya mengoleksi lima medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Kala itu, Surabaya juga berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 30 poin.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari IPSI, tim silat Kota Surabaya optimistis dapat mempertahankan gelar juara umum dan mewujudkan target medali emas pada Porprov Jatim 2025.
