SURABAYA — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari menyebabkan 16 titik di wilayah ibu kota Jawa Timur tersebut dikepung banjir, Selasa (23/6). Hingga menjelang tengah hari, petugas melaporkan empat lokasi di antaranya masih belum surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat ketinggian luapan air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Titik banjir terparah menerjang kawasan Jalan Simo Kalangan di Sukomanunggal, serta sejumlah wilayah fasilitas publik termasuk area rumah sakit.
“Dari 16 titik genangan yang kami catat, 12 lokasi sudah surut. Masih ada 4 lokasi yang belum surut hingga update pukul 11.00 WIB,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, Selasa (23/6).
Empat lokasi yang masih tergenang tersebut meliputi Jalan Nginden Intan Timur, Jalan Taman Panjang Jiwo Permai, Jalan Manyar Rejo, dan Jalan Raya Pandugo. Berdasarkan pantauan di Jalan Nginden Intan Timur, ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter mulai mengganggu aktivitas warga.
“Ini tadi pagi enggak setinggi ini,” ujar salah seorang warga setempat, Wisnu Priyo (32), menggambarkan kondisi luapan air yang terus meninggi di lingkungannya.
Selain banjir, cuaca ekstrem ini memicu tumbangnya empat pohon besar di berbagai jalan protokol serta merusak satu unit rumah di kawasan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo. Atap rumah warga tersebut ambruk setelah diguyur hujan, namun beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengerahkan petugas gabungan dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) ke lokasi-lokasi terdampak. Tim memprioritaskan penyedotan air menggunakan pompa guna mempercepat penurunan debit genangan.
“Penanganan dilakukan melalui penyedotan oleh DSDABM dan DPKP, sementara TRC BPBD terus melakukan monitoring ketinggian air,” pungkas Linda.
