Surabaya — Pemilik sekaligus Penasihat PT Dharma Lautan Utama (DLU), Bambang Haryo Soekartono, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa khitanan massal bagi ratusan anak yang digelar di Kantor PT DLU Surabaya, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata dan berkelanjutan perusahaan terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Pria yang akrab disapa BHS tersebut menegaskan bahwa khitanan massal bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan agenda rutin yang telah menjadi komitmen DLU dalam menjalankan fungsi sosial perusahaan. Menurutnya, program ini merupakan kelanjutan dari berbagai aksi kemanusiaan yang sebelumnya telah dilakukan, termasuk bantuan bagi korban bencana alam di Aceh dan Sumatera Barat.
“Apresiasi untuk DLU yang sudah mengeluarkan CSR-nya lagi. Khitanan massal ini dilaksanakan setelah DLU menggelar bakti sosial untuk membantu korban banjir di Aceh dan Sumatera Barat,” ujar Bambang Haryo saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menilai, keberlanjutan program CSR menjadi indikator penting bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Dalam konteks tersebut, DLU dinilai konsisten hadir membantu masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Bambang Haryo menjelaskan, khitanan massal yang digelar DLU rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun, terutama menjelang libur sekolah. Momentum ini dipilih untuk memudahkan anak-anak mengikuti proses khitan tanpa mengganggu aktivitas belajar.
“CSR ini selalu dilakukan setiap tahun, dua kali dalam setahun, jelang liburan sekolah. Ke depan, kami berharap jangkauan pesertanya bisa lebih luas karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan seperti ini,” ungkapnya.
Keunggulan lain yang disoroti BHS adalah penggunaan metode khitan modern dengan teknologi smart klamp. Menurutnya, teknologi tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak karena proses penyembuhan relatif cepat dan risiko infeksi lebih rendah.
“Tidak semua perusahaan, atau bahkan sangat jarang, yang memberikan fasilitas khitan dengan teknologi seperti ini secara cuma-cuma. Smart klamp ini cepat sembuh dan minim risiko,” jelasnya.
Selain aspek kesehatan, Bambang Haryo juga menaruh perhatian pada sisi psikologis anak-anak peserta. Untuk itu, DLU memberikan sertifikat khitan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan.
“Setelah khitan, mereka mendapatkan sertifikat. Ini menjadi pengingat dan kebanggaan bagi anak-anak dan keluarganya. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh, cepat sembuh, dan kelak bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan secara serentak oleh DLU Holding di sejumlah daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kegiatan bersama tahun ini juga dilaksanakan di beberapa cabang, seperti di Gress Mall Gresik, Semarang, Balikpapan, dan cabang lainnya,” kata Erwin.
Ia mengungkapkan, jumlah peserta khitanan massal terus meningkat setiap tahun. Tahun ini, tercatat sebanyak 122 anak mengikuti kegiatan tersebut, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 peserta.
“Ini agenda tahunan, dan harapannya setiap tahun pesertanya bisa terus bertambah. Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi kami,” pungkas Erwin.
