BEKASI – Pihak kepolisian terus mendalami dugaan kelalaian sopir taksi Green SM berinisial RRP yang memicu kecelakaan maut di perlintasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden karambol yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ini tercatat telah menelan 16 korban jiwa. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penyidik telah memeriksa RRP sebanyak dua kali di Polres Metro Bekasi Kota. Sopir taksi tersebut berhasil selamat dari maut meski armadanya sempat tertemper kereta sebelum tabrakan beruntun terjadi.
“Pemeriksaan terhadap sopir taksi dilakukan di Polres Metro Bekasi Kota pada Selasa malam. Selain pihak taksi, penyidik juga akan memeriksa masinis dan petugas stasiun pada Kamis (30/4/2026),” ujar Kombes Budi Hermanto. Tragedi ini bermula pada Senin (27/4/2026) malam, ketika sebuah unit taksi diduga menerobos perlintasan hingga menyebabkan KRL berhenti darurat. Nahas, KA Argo Bromo melaju dari arah belakang dan menghantam gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang KRL tersebut. Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, memastikan sopir taksi dalam kondisi stabil selama pengamanan.
“Sopir taksi selamat dan saat ini sedang diamankan untuk pemeriksaan intensif,” tuturnya.Dampak dari hantaman lokomotif tersebut sangat fatal, terutama di gerbong wanita. Kabasarnas Mayjen TNI M Syafii mengungkapkan bahwa seluruh korban meninggal dunia yang dievakuasi dari titik terparah adalah perempuan.”Seratus persen yang kita evakuasi adalah perempuan. Operasi SAR sendiri telah resmi berakhir pada Selasa pukul 08.00 WIB seiring selesainya pembersihan jalur,” kata Mayjen TNI M Syafii.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa malam, jumlah korban tewas bertambah menjadi 16 orang, sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kini telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologis.Penyelidikan kini difokuskan pada sinkronisasi keterangan saksi dan bukti di lapangan guna mengungkap kronologi utuh peristiwa kelam ini. PT KAI bersama kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus yang menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di awal tahun 2026 ini.
