JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan enam unit jet tempur Rafale dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru kepada TNI Angkatan Udara sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan nasional.

Dalam seremoni yang berlangsung khidmat, Prabowo secara simbolis menyerahkan kunci pesawat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Selanjutnya, kunci tersebut diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono sebagai tanda resmi pengoperasian alutsista baru tersebut oleh TNI AU.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dari jajaran TNI, hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Sementara dari unsur legislatif, tampak Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono.

Usai acara penyerahan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan armada udara merupakan bagian penting dari strategi meningkatkan daya tangkal Indonesia di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

Menurutnya, perkembangan geopolitik dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga Indonesia harus memastikan memiliki kekuatan pertahanan yang memadai untuk menjaga kedaulatan nasional.

“Pertahanan adalah syarat utama bagi stabilitas. Pertahanan menjadi jaminan bahwa kita mampu menjaga kedaulatan negara,” ujar Prabowo.

Pengadaan enam jet tempur Rafale buatan Prancis tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam modernisasi alat pertahanan. Dengan tambahan kekuatan udara ini, TNI AU diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan keamanan dan menjaga wilayah udara Indonesia yang sangat luas.