SANGIHE — Masyarakat di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), dikejutkan oleh rentetan aktivitas tektonik menjelang tengah malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkali-kali secara beruntun.

Gempa terkini yang tercatat memiliki kekuatan Magnitudo (M) 4,0 yang terjadi pada pukul 23.26 WIB. Berdasarkan data resmi, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Aparat BMKG mengonfirmasi bahwa posisi gempa terakhir berada cukup jauh dari daratan utama pulau tersebut. “(Pusat gempa) 150 km barat laut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT,” tulis akun resmi @infoBMKG melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Secara astronomis, tim seismolog mencatat titik koordinat gempa berada pada 4,96 Lintang Utara dan 123,38 Bujur Timur. BMKG menegaskan bahwa laporan ini dikeluarkan dengan memprioritaskan penyampaian informasi yang cepat kepada masyarakat luas.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian bunyi pernyataan resmi tertulis dari pihak BMKG.

Sebelum gempa M 4,0 tersebut terjadi, wilayah Sangihe sebenarnya sudah diguncang berkali-kali dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Pada pukul 23.17 WIB, instrumen BMKG mendeteksi adanya guncangan berkekuatan M 3,9 di lokasi yang berdekatan.

Beberapa menit sebelumnya, tepatnya pada pukul 23.09 WIB, getaran yang jauh lebih kuat juga sempat menghentak wilayah tersebut. BMKG mencatat kekuatan gempa pada jam itu mencapai Magnitudo 4,5.

Fenomena gempa beruntun ini ternyata sudah dimulai sejak pukul sepuluh malam lewat. Rentetan getaran tercatat berurutan pada pukul 22.43 WIB (M 4,3), disusul pukul 22.26 WIB (M 3,9), dan diawali pada pukul 22.09 WIB (M 3,7).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak berwenang mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.