BENGKULU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Bengkulu pada Sabtu (23/5) malam sekitar pukul 19.40 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meski getarannya dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah.
BMKG menjelaskan pusat gempa berada di laut, sekitar 44 kilometer arah barat daya Bengkulu Selatan. Gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer di bawah permukaan bumi sehingga tergolong gempa dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG juga mengungkap hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust. Aktivitas tersebut umum terjadi di wilayah pesisir barat Sumatra yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda ringan bergoyang.
Sementara itu, warga di Kepahiang, Rejang Lebong, hingga Musi Rawas juga merasakan getaran dengan intensitas III MMI. BMKG menyebut getaran pada level ini terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik pascagempa.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Wijayanto dalam siaran persnya.
Ia menambahkan, hingga pukul 20.00 WIB BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
BMKG mengimbau warga agar menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa dan selalu mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.
