Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Olahraga

Prabowo Soroti Atlet Disabilitas hingga Dana Pensiun, Pembinaan Olahraga Masuk Babak Baru

Foto: BPMI Setpres/Cahyo

BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kepala Negara mendorong penguatan pembinaan olahraga disabilitas serta program pembinaan atlet jangka panjang untuk mendongkrak prestasi Indonesia di kancah dunia.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir usai menghadap Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6). Dalam pertemuan yang juga dihadiri pelatih timnas sepak bola John Herdman itu, Erick melaporkan sejumlah program prioritas Kemenpora.

Salah satu fokus utama Presiden Prabowo adalah perhatian terhadap sekitar 11 persen penyandang disabilitas di Indonesia yang gemar berolahraga. Pemerintah kini tengah mendorong program sertifikasi kepelatihan khusus agar penyandang disabilitas dapat berkontribusi langsung sebagai pelatih nasional.

“Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Salah satu yang saya sampaikan ke Bapak Presiden adalah program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka,” ujar Erick Thohir kepada awak media.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyepakati perubahan skema anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjadi multiyears atau jangka panjang. Kebijakan ini dinilai krusial agar persiapan atlet menuju ajang besar seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade tidak terputus setiap tahunnya.

“Persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan,” lanjut Erick.

Erick menambahkan bahwa pemerintah juga berencana membangun Akademi Olahraga Nasional untuk menjaring talenta muda sejak usia 8 hingga 10 tahun. Pembinaan tersebut akan menyasar ekosistem sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA demi mencetak atlet berprestasi di masa depan.

Sebagai penutup, Erick memaparkan bahwa jaminan kesejahteraan atlet pascapensiun turut menjadi sorotan utama Kepala Negara. Pemerintah saat ini sedang merumuskan formulasi dana pensiun agar masa tua para pahlawan olahraga nasional lebih terjamin.

“Presiden tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu,” pungkas Erick.