JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6). Pertemuan ini membahas langkah taktis penguatan pengelolaan aset nasional melalui percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan optimalisasi sektor ekonomi baru.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendorong efisiensi demi kemakmuran masyarakat luas. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Kepala Negara menaruh perhatian besar agar kekayaan bangsa dapat dikelola secara maksimal untuk kepentingan rakyat.
“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Teddy melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/6).
Teddy mengungkapkan bahwa Danantara memegang peran penting dalam menggarap berbagai peluang pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat sektor pariwisata yang terintegrasi langsung dengan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Pemerintah meyakini bahwa langkah ini dapat memicu dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Teddy menyebutkan beberapa sektor andalan yang siap digenjot kinerjanya dalam waktu dekat.
“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy menambahkan.
Selain membidik sektor pariwisata, Presiden Prabowo juga menyoroti proses perampingan dan transformasi di tubuh perusahaan pelat merah. Pemerintah terus melakukan konsolidasi ketat guna memangkas beban biaya operasional yang selama ini membebani anggaran negara.
Teddy membeberkan bahwa dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada, kini sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan oleh pemerintah. Angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya program restrukturisasi.
“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,” ungkap Teddy.
Langkah berani ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing global Indonesia. Melalui tata kelola yang lebih bersih dan efisien, setiap aset negara ditargetkan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
