Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Tegaskan Fondasi Ketahanan Pangan dan Energi

Foto: BPMI Setpres/Kris

SAMPANG — Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembangunan dan peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia, Selasa (23/6). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memangkas biaya logistik nasional, serta membangun fondasi ketahanan pangan dan energi.

Peresmian berskala nasional yang merupakan bagian dari Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ini dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp5,41 triliun untuk menuntaskan proyek infrastruktur tersebut.

“Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Sampang, Selasa (23/6).

Presiden menekankan bahwa jalan daerah bertindak sebagai urat nadi perekonomian yang menghubungkan komoditas desa ke pasar global. Lebih lanjut, kepala negara menyatakan kelancaran distribusi logistik menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini mengacu pada Inpres Nomor 11 Tahun 2025. Pemerintah mendesain program tersebut demi memastikan rantai pasok pangan berjalan efisien dan berkesinambungan dari hulu ke hilir.

“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” kata Menteri PU Dody Hanggodo saat menyampaikan laporannya.

Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan merawat infrastruktur baru ini secara optimal. Mantan Patih militer itu juga mengingatkan jajarannya agar menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara demi kepentingan masyarakat luas.

“Kita melihat kualitas cukup baik. Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Presiden Prabowo memungkasi arahannya.