Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Terkesima Teknologi Pertanian di Gorontalo, Optimistis RI Jadi Lumbung Pangan Dunia

Foto: BPMI Setpres/Rusman

GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penerapan Teknologi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Langkah ini dilakukan guna mempercepat transformasi sektor pertanian demi memperkuat swasembada pangan nasional.

Kunjungan strategis tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026 yang digelar di Sport Center Limboto. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk melihat berbagai inovasi sektor pangan.

Presiden Prabowo mengapresiasi tinggi lompatan teknologi tersebut karena mampu melipatgandakan hasil produksi gabah secara signifikan. Ia menilai capaian ini sebagai langkah yang revolusioner bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian hasilnya sangat, menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah, sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton. Kalau begitu kan naik 100 persen produktivitas kita,” ucap Presiden Prabowo di lokasi, Rabu (24/6/2026).

Melihat potensi besar ini, Kepala Negara optimistis Indonesia tidak lama lagi akan bertransformasi menjadi lumbung padi dunia. Strategi ke depan adalah menyebarluaskan teknologi modern ini agar setiap desa, kecamatan, hingga provinsi bisa mencapai swasembada secara mandiri.

Selain memuji digitalisasi pertanian, Presiden Prabowo juga memberikan penghormatan mendalam atas peran historis para petani dan nelayan sejak masa kemerdekaan. Baginya, sektor pangan merupakan fondasi utama pertahanan dan keberlangsungan sebuah peradaban negara.

Presiden Prabowo mengingatkan seluruh pemimpin bangsa agar tidak pernah melupakan jasa besar masyarakat desa yang selalu menyokong negara, bahkan sejak modal APBN belum ada. Sektor ini terbukti kokoh dan mencetak rekor swasembada pangan dalam 1,5 tahun terakhir.

“Terima kasih seluruh masyarakat tani dan nelayan Indonesia, terima kasih kerja keras saudara-saudara. Sebagai produsen pangan, saudara-saudara sesungguhnya adalah tulang punggung Republik Indonesia,” tandas Presiden.