Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo-Gibran Hadiri Sarasehan KSTI 2026, Bahas Strategi Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Sumber foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra (via CNN Indonesia)

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026. Forum strategis ini digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.

Kepala Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengenakan baju safari khasnya berwarna khaki. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak hadir mendampingi Presiden dalam agenda penting tersebut.

Sejumlah pejabat teras Kabinet Merah Putih juga turut mendampingi, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Forum ini menjadi ruang diskusi intensif yang melibatkan sekitar 2.600 rektor, dekan, hingga dosen perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh penjuru Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa sektor pendidikan tinggi, sains, riset, dan inovasi wajib menjadi landasan kuat bagi setiap kebijakan publik. Langkah ini diperlukan agar kebijakan yang diambil pemerintah lebih tepat sasaran.

“Melalui Sarasehan Kebangsaan ini, kami ingin mendorong agar kampus, berkolaborasi dengan pemerintah dan industri, semakin berperan dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang menjawab persoalan nyata pada tujuh bidang prioritas pembangunan,” kata Brian dalam keterangan tertulisnya.

Brian memaparkan bahwa sarasehan kali ini memfokuskan pembahasan pada tujuh bidang krusial demi memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Bidang tersebut meliputi ekonomi dan keuangan, pertanian, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, serta pendidikan.

Pihak kementerian berharap forum besar ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi formalitas belaka. Brian menargetkan adanya keluaran konkret yang berbasis data lapangan dari para akademisi yang hadir.

“Kami berharap setiap sesi sarasehan dapat menghasilkan tiga hal penting, yaitu pemetaan isu yang objektif dan berbasis data, rekomendasi kebijakan yang substantif dan realistis, serta agenda kolaborasi yang jelas,” tutur Brian memungkasi.