Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Tak Mau Kekurangan Tenaga Ahli, Prabowo Perintahkan Kampus Sesuaikan Lulusan dengan Kebutuhan Industri

Foto: BPMI Setpres/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul demi mempercepat proyek industrialisasi nasional. Langkah ini diambil guna memastikan lulusan universitas memiliki kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan sektor industri strategis yang tengah digenjot pemerintah.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (25/6/2026). Saat ini, pemerintah memang sedang melakukan akselerasi besar-besaran di berbagai bidang, mulai dari farmasi hingga otomotif.

“Banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya, program-program hilirisasi itu bisa dipercepat,” ujar Menteri Brian dalam keterangannya usai pertemuan di Istana Merdeka.

Sejalan dengan target tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja lokal agar proyek besar ini tidak kekurangan tenaga ahli. Sektor-sektor yang menjadi fokus utama di antaranya adalah pengolahan mineral, hilirisasi, hingga sektor aquaculture dan aquafarming.

“Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita tuh nantinya betul-betul bisa memenuhi, bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit itu kan,” tutur Brian menjelaskan perintah Presiden.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kementerian Diktisaintek segera melakukan pemetaan dan menghitung ulang kebutuhan tenaga ahli di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kesenjangan (mismatch) antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

Brian mencontohkan, jangan sampai industri membutuhkan banyak ahli di bidang kelistrikan, namun pasokan lulusan dari perguruan tinggi justru tidak sesuai dengan kualifikasi yang dicari.

“Jadi kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang baik,” pungkas Brian.

Langkah tegas dari Presiden Prabowo ini memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun ekosistem industri nasional yang kokoh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada masuknya investasi dan teknologi, melainkan juga bertumpu pada kesiapan SDM lokal yang terampil demi mewujudkan transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju.