Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Tantang Akademisi Cari Solusi, Singgung Gandum hingga Mobil Nasional

Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi lompatan inovasi anak bangsa sekaligus meminta para akademisi serta peneliti untuk aktif menghadirkan solusi nyata bagi tantangan nasional. Kepala Negara menilai, inovasi dari perguruan tinggi sangat krusial dalam mendukung pengembangan industri di Tanah Air.

Pernyataan tersebut ditegaskan Presiden Prabowo saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026. Agenda nasional ini berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengaku konsisten berdialog dengan para ilmuwan untuk mencari jalan keluar atas ketergantungan sektor strategis domestik terhadap luar negeri. Ia menyoroti beberapa persoalan mendasar, mulai dari komoditas pangan hingga industri otomotif.

“Saya berkali-kali datang kepada kampus, saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian (Mendiktisaintek), tanya Profesor Sigit. Saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum?” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan produktivitas kelapa sawit per hektare di Indonesia yang masih tertinggal dari Malaysia. Ia pun menyentil alasan mengapa setelah 81 tahun merdeka, Indonesia belum mampu memproduksi mobil sendiri secara massal.

Kendati demikian, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangganya terhadap titik awal kemajuan industri otomotif lokal. Secara khusus, ia mengapresiasi penggunaan kendaraan hasil karya anak bangsa yang ia kendarai usai prosesi pelantikan dirinya sebagai Presiden RI.

“Saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri. Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia,” ungkap Kepala Negara disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden Prabowo menyadari bahwa setiap inovasi yang lahir masih memerlukan proses penyempurnaan yang panjang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap berani memulai dan terus mendukung pengembangan teknologi nasional agar semakin kompetitif.

“Tidak apa-apa, minimal kita mulai. Kita harus berani mulai. Kita adalah negara keempat terbesar di dunia. Kita adalah negara yang kekayaannya luar biasa,” pungkas Presiden Prabowo optimistis.