Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Dorong Sinergi Pemerintah, Kampus, dan Industri Usai Penutupan KSTI 2026

Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026. Acara penutupan tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Minggu (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyerukan pentingnya persatuan seluruh potensi bangsa untuk melakukan lompatan besar di bidang sains dan teknologi. Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

“Semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para peserta.

Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengapresiasi jalannya sarasehan yang menjadi ruang produktif untuk bertukar gagasan. Presiden mengaku terus memantau dinamika diskusi yang melibatkan para pakar dan akademisi tersebut.

“Saya monitor terus jalannya Sarasehan sampai malam kemarin, padat. Dan secara garis besar saya mengikuti bahwa suasana berada dalam suasana positif, suasana tukar-menukar keterangan, pandangan,” ungkap Kepala Negara.

Sebelum arahan Presiden, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto lebih dulu menyampaikan laporan hasil konvensi. Brian menyebut forum tersebut berhasil memperkuat kolaborasi segitiga emas antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

“Forum berlangsung secara dinamis, terbuka, dan produktif, melalui paparan para menteri, diskusi mengenai bidang-bidang kebijakan strategis utama Bapak Presiden yang menjadi fondasi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia,” kata Brian Yuliarto.

Sebagai langkah konkret, Kemendiktisaintek akan segera membentuk kelompok kerja (pokja) tematik untuk menindaklanjuti hasil sarasehan tersebut. Pokja ini nantinya bertugas merumuskan kebijakan berbasis riset yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kelompok kerja ini akan menjadi wadah untuk mengonsolidasikan kepakaran nasional, mempercepat penyusunan solusi berbasis riset, serta memastikan hasil-hasil akademik dan riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan teknologi,” jelas Brian.

Penutupan KSTI 2026 ini menjadi momentum awal untuk mempererat sinergi lintas sektor. Pemerintah berkomitmen mendorong inovasi karya anak bangsa agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia.