Langsung ke konten
Selasa, 27 Oktober 2026
Peristiwa

Tiga Gudang Terbakar di Tangsel, Suplai Air Jadi Kendala Pemadaman

Ilustrasi kebakaran (Pexels/Jaciel Dos Santana)

TANGERANG – Kebakaran hebat melanda kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan pada Rabu (8/7/2026). Amukan si jago merah ini menghanguskan tiga kompleks gudang sekaligus secara cepat dan dramatis. Untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain, petugas langsung menerjunkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengonfirmasi bahwa tiga bangunan yang terbakar tersebut merupakan fasilitas penyimpanan komoditas komersial. Lokasi terdampak meliputi gudang aksesoris telepon seluler, gudang alat tulis kantor (ATK), dan gudang mainan anak-anak.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, membeberkan kronologi awal perambatan api. “Api bermula dari gudang aksesoris telepon seluler, kemudian merambat ke dua gudang lainnya,” kata Omay saat memberikan keterangan di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Pihak pemadam kebakaran pertama kali menerima laporan insiden darurat ini dari warga sekitar pukul 12.10 WIB. Merespons laporan tersebut, Damkar Tangsel langsung mengerahkan armada terbaiknya berupa 13 unit mobil pemadam internal. Kekuatan ini kemudian diperkuat oleh bantuan satu unit armada dari BSD, satu unit dari Koramil, serta tiga unit mobil tangki air penyuplai dari BSD dengan total 50 personel lapangan.

Hingga proses pemadaman berlangsung sore hari, puluhan petugas masih terus berupaya keras mengendalikan kobaran api yang membubung tinggi. Upaya penyekatan titik api menjadi prioritas utama agar dampak kebakaran tidak meluas ke ratusan gudang lain di kawasan padat tersebut.

Terkait pemicu awal bencana, Omay menegaskan bahwa otoritas terkait belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya karena masih dalam proses penyelidikan intensif. Di sisi lain, ia juga mengakui adanya kendala teknis krusial di lapangan, yakni minimnya sumber pasokan air akibat tidak tersedianya fasilitas hidran operasional di sekitar lokasi pergudangan.

“Suplai air harus diambil dari lokasi yang cukup jauh. Beruntung ada bantuan mobil tangki dari BSD sehingga proses pemadaman tetap bisa berlangsung,” ujarnya menambahkan.

Kabar baiknya, dinas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini. Hingga saat ini, petugas pemadam masih sibuk melakukan proses pendinginan area guna mencegah penyalaan api sekunder, sembari mengumpulkan data akurat terkait total kerugian materiil.