Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Kunjungan Direktur FBI ke Prabowo Berbuah Repatriasi Artefak Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dalam pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Kash Patel menyerahkan langsung sejumlah artefak budaya asal Papua kepada Presiden Prabowo. Langkah diplomatis ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan lembaga penegak hukum Amerika Serikat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengonfirmasi bahwa penyerahan artefak tersebut dilakukan setelah melalui proses verifikasi sejarah yang mendalam. Benda peninggalan berharga itu diketahui berasal dari warisan budaya suku Dani, suku Asmat, serta masyarakat kawasan Danau Sentani.

“Di samping pembicaraan resmi, beliau membawa artefak budaya hasil kerja sama Kementerian Kebudayaan dengan FBI. Benda-benda yang diselundupkan ke AS secara ilegal ini dikembalikan setelah dilakukan provenance research,” ujar Fadli Zon saat memberikan keterangan pers mendampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Fadli menegaskan, pengembalian artefak ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi bangsa. Upaya repatriasi tersebut tidak sekadar mengembalikan benda sejarah, tetapi juga bagian dari menegakkan kedaulatan warisan budaya nasional.

“Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita,” lanjut Fadli.

Ia menambahkan, kerja sama penelusuran artefak curian bersama FBI sejatinya telah berlangsung beberapa kali. Sebelumnya, FBI turut membantu mengembalikan arca-arca perunggu serta berbagai artefak penting lain dari sejumlah situs budaya di Tanah Air.

“Kita harapkan kerja sama dengan FBI terkait repatriasi dan restitusi benda budaya ke depannya semakin kuat, didukung oleh Mensesneg dan Kementerian Luar Negeri,” tutur Fadli.

Pemerintah berencana memajang seluruh artefak asal Papua tersebut di Museum Nasional Jakarta. Langkah ini diambil agar masyarakat luas dapat mempelajari sekaligus menikmati kekayaan sejarah bangsa yang sempat hilang.

“Ini bagian dari upaya mengembalikan kedaulatan budaya dan menyempurnakan pengetahuan sejarah. Tentu akan kami pamerkan di Museum Nasional,” pungkas Fadli.