Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Prabowo Percepat Pembentukan IIFC, Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di sektor investasi dan jasa keuangan global. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pemerintah menargetkan IIFC menjadi pusat jasa keuangan bertaraf internasional yang mampu menarik lebih banyak investor asing, memperluas akses pembiayaan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Proyek tersebut akan dikembangkan secara bertahap dengan Bali sebagai lokasi utama setelah seluruh persiapan selesai.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Presiden meminta agar pembentukan IIFC segera ditindaklanjuti setelah landasan hukumnya disetujui DPR.

“Rencana pelaksanaan dari Indonesia International Financial Center yang memang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR dan Bapak Presiden minta itu segera ditindaklanjuti,” ujar Rosan kepada wartawan usai rapat.

Menurut Rosan, pembangunan pusat keuangan internasional di Bali membutuhkan waktu persiapan sekitar dua hingga tiga tahun. Selama masa transisi tersebut, operasional awal IIFC akan dijalankan dari Jakarta.

Rosan menjelaskan pemerintah telah menyiapkan gedung di Jakarta sebagai lokasi operasional sementara. Langkah ini dilakukan agar proses pembentukan kelembagaan, regulasi, dan infrastruktur dapat berjalan tanpa harus menunggu pembangunan kawasan utama di Bali selesai.

“Mungkin di masa transisi ini, dalam dua atau tiga tahun depan akan dibuat dulu di Jakarta sebelum nanti lebih dikembangkan di Jakarta dan juga di Bali,” kata Rosan.

Ia juga mengungkapkan bahwa minat investor terhadap rencana pembentukan IIFC sangat tinggi. Saat melakukan pertemuan dengan 11 investor dari kalangan family office dan investor internasional di Bali beberapa hari lalu, mayoritas menyampaikan respons yang positif.

“Responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” ujar Rosan.

Dalam tahap pengembangannya, Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan. Sementara itu, pengelolaan IIFC akan dipimpin oleh pimpinan kawasan beserta seorang governor yang bertugas membangun sistem, tata kelola, dan seluruh perangkat pendukung agar pusat keuangan tersebut dapat beroperasi sesuai standar internasional.

Melalui percepatan pembentukan Indonesia International Financial Center, pemerintah berharap Indonesia semakin kompetitif dalam menarik investasi global. Kehadiran pusat keuangan internasional tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem investasi nasional, meningkatkan arus modal asing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.