Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Nasional

Prabowo Sebut Rekomendasi Ijtima Ulama Jadi Amanah Perkuat Kedaulatan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menerima dokumen kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan yang diberikan para ulama melalui rekomendasi Ijtima Ulama Indonesia. Penyerahan dokumen tersebut berlangsung dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Presiden menilai rekomendasi Ijtima Ulama tersebut sebagai amanah sekaligus suntikan semangat bagi pemerintah. Dukungan ini memperkuat komitmen Kabinet Merah Putih dalam mengawal kedaulatan bangsa dan kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyoroti berbagai poin penting dalam dokumen kesepakatan tersebut. Rekomendasi mencakup dukungan terhadap percepatan hilirisasi, industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan kualitasi sumber daya manusia.

“Hari ini saya dapat hadiah lagi. Luar biasa itu, langsung dibacakan tadi kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Kesepakatan Ijtima Ulama ini luar biasa,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para hadirin.

Selain itu, rekomendasi Ijtima Ulama mendesak agar arah pembangunan nasional dikembalikan pada amanat Pancasila serta Pasal 33 UUD 1945. Presiden menegaskan bahwa poin-poin tersebut selaras dengan prinsip dasar perjuangan politik yang ia usung selama ini.

“Ini perintah lagi ini. Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya,” kata Presiden yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta Harlah PKB.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan berlandaskan hukum. Ia menyambut baik pemahaman mendalam para ulama dan partai politik terhadap perjuangan pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

“Saya sangat terima kasih, saya benar-benar tersentuh. Tadi rekomendasi ijtima luar biasa. Saya menangkap bahwa perjuangan kita sudah dipahami dan dimengerti,” tutur Presiden mengakhiri keterangannya.