Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Pamit Sejak Subuh, Nenek 77 Tahun Asal Lumajang Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Tebing 150 Meter!

Sumber Foto: (Dok. Polres Lumajang)

LUMAJANG — Seorang perempuan lanjut usia bernama Tamini (77) ditemukan tewas mengenaskan di dasar Air Terjun Kapas Biru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026). Warga Dusun Mulyoarjo, Desa Pronojiwo, itu sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah meninggalkan rumah sejak dini hari pukul 04.00 WIB.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, keluarga sempat panik dan mencari keberadaan korban ke berbagai sudut kampung. Pencarian awal dilakukan di sekitar rumah hingga area kebun di kawasan wisata Sumber Telu.

“Pihak keluarga sempat berusaha mencari di sekitar rumah hingga area kebun di wilayah wisata Sumber Telu,” kata Suprapto kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2026). Keluarga juga sempat meminta bantuan tetangga mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang jalur rumah, namun nihil hasil.

Warga kemudian memperluas radius pencarian ke sejumlah lokasi lain yang sering didatangi korban. Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan titik terang sekitar pukul 09.54 WIB di hari yang sama.

Korban ditemukan dalam posisi terlentang di aliran sungai yang berada tepat di dasar air terjun. Aparat kepolisian menduga kuat korban terperosok dari atas tebing tinggi di kawasan tersebut.

“Sekitar pukul 09.54 WIB, korban ditemukan di area wisata Air Terjun Kapas Biru. Diduga terperosok dan jatuh dari ketinggian kurang lebih 150 meter dengan posisi terlentang,” ungkap Suprapto.

Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi petugas gabungan menuju Puskesmas Pronojiwo. Langkah ini dilakukan guna menjalani pemeriksaan luar untuk memastikan penyebab kematian korban.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka parah di tubuh korban akibat benturan. Kendati demikian, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan kriminalitas.

“Ditemukan luka akibat benturan yang menyebabkan lubang di bagian kepala atas pelipis, luka berlubang di belakang telinga kanan, serta luka lecet di bagian siku kanan,” rinci Suprapto.

Menghadapi musibah ini, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menolak proses autopsi. Keluarga menganggap insiden maut tersebut murni sebagai sebuah kecelakaan tragis.

“Atas kesepakatan keluarga, mereka tidak bersedia korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi, baik luar maupun dalam, serta tidak akan menuntut secara hukum atas peristiwa ini,” tegas Suprapto.

Sementara itu, salah seorang anggota keluarga korban, Istono, mengungkap adanya kebiasaan almarhumah sebelum kejadian. Korban memang dikenal sering berjalan kaki menuju area kebun di jalur wisata Sumber Telu.

Kendati demikian, Istono menyebutkan ada perubahan sikap yang ditunjukkan korban beberapa hari terakhir. Korban yang biasanya ceria mendadak menjadi pendiam dan sering termenung.

“Biasanya almarhumah ini orangnya sangat aktif dan cerewet. Tapi belakangan ini, korban sering kelihatan banyak termenung,” tutur Istono mengenang korban.

Kini, jenazah Tamini telah resmi diserahkan kepada pihak keluarga. Upacara pemakaman telah dilangsungkan di tempat pemakaman umum setempat di Desa Pronojiwo.