Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Otomotif

Pemerintah Siapkan Insentif Motor Listrik, Dua Merek Ini Dipastikan Bakal Makin Murah!

Motor listrik Alva. (Sumber foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

JAKARTA — Pemerintah memastikan program insentif untuk pembelian motor listrik terus berlanjut pada tahun 2026. Dua produsen lokal, Alva dan Gesits, dipastikan masuk ke dalam daftar merek yang akan menerima subsidi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi kejelasan anggaran untuk program insentif kendaraan ramah lingkungan ini. Kendati demikian, pemerintah hingga pertengahan Agustus 2026 masih mematangkan rincian skema penyalurannya.

“Anggarannya sebetulnya sudah ada. Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” ungkap Airlangga dilansir Antara.

Penetapan kedua merek tersebut sejalan dengan komitmen lokalisasi industri kendaraan listrik nasional. Keduanya telah memproduksi unit secara lokal, bahkan fasilitas pabrik Alva menjadi lokasi peluncuran program Motor Listrik Nasional (MoLinas) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, Alva memasarkan lima model motor listrik di Indonesia dengan perincian harga sebagai berikut:

  • Alva N3 Next Gen: Rp31,5 juta
  • Alva Cervo X: Rp32,9 juta
  • Alva Cervo: Rp35,75 juta
  • Alva One XP: Rp38,5 juta
  • Alva Cervo Q: Rp48 juta

Sementara itu, Gesits diproduksi oleh PT WIKA Industri Manufaktur di Cileungsi, Bogor, dengan kapasitas 50 ribu unit per tahun. Gesits menawarkan tiga model utama dengan daftar harga berikut:

  • Gesits GV1 Standard Range: Rp23,956 juta
  • Gesits Raya: Rp26,5 juta
  • Gesits G1: Rp28,27 juta
  • Gesits GV1 Long Range: Rp29,9 juta

Penetapan insentif ini sekaligus menepis rumor bahwa Gesits berhenti berjualan di tanah air. Pihak manajemen menegaskan bahwa aktivitas pabrikasi dan pemasaran masih berlangsung secara normal.

“Kami masih jualan, memang penjualan menurun sama seperti seluruh motor listrik yang lain. Tapi kami masih jualan dan produksi,” tegas Corporate Secretary PT GMN, Nurrahman Wahid.

Meskipun detail teknis potongan harga resmi belum diumumkan, skema insentif diperkirakan dapat menekan harga jual secara signifikan. Pada kebijakan periode sebelumnya, subsidi pemerintah berhasil memotong harga beli motor listrik hingga Rp7 juta per unit.