JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan keperkasahannya terhadap rupiah pada perdagangan Selasa (27/10/2026) pagi. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut menguat hingga menyentuh level Rp 18.100-an.
Berdasarkan data pencatatan pasar uang Bloomberg pada pukul 09.08 WIB, dolar AS bergerak naik ke posisi Rp 18.140 per dolar AS. Angka ini mencatatkan kenaikan tipis sebesar 5 poin atau setara 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan dolar AS terhadap mata uang Garuda ini terjadi di tengah pergerakan valuta asing global yang cenderung bervariasi. Dolar AS justru mencatatkan pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan regional.
Di kawasan global, dolar AS melemah sebesar 0,14 persen terhadap dolar Australia. Selain itu, mata uang Paman Sam tersebut juga terkoreksi tipis 0,02 persen saat dihadapkan dengan euro maupun dolar Singapura.
Sebaliknya, dolar AS berhasil menunjukkan taringnya atas beberapa mata uang Asia lainnya. Dolar AS menguat tipis 0,01 persen terhadap yuan China dan naik sebesar 0,08 persen di hadapan yen Jepang.
Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan mata uang regional juga memperlihatkan dinamika yang beragam. Dolar AS menguat 0,12 persen terhadap baht Thailand, namun mencatatkan pelemahan 0,04 persen ketika berhadapan dengan ringgit Malaysia.
Secara umum, tekanan terhadap rupiah pada pagi hari ini mencerminkan dinamika pasar valuta asing yang masih terus berfluktuasi. Para pelaku pasar dan investor terus memantau pergerakan nilai tukar ini seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi global terkini.
