JAKARTA — Pasar kendaraan keluarga berbasis elektrifikasi di Indonesia kian memanas sepanjang semester pertama tahun ini. Dua model Multi Purpose Vehicle (MPV) ramah lingkungan, Toyota Veloz Hybrid dan BYD M6 DM (Plug-in Hybrid), sukses mencuri perhatian konsumen Tanah Air hingga mencatatkan penjualan ribuan unit setiap bulannya.
Berdasarkan data resmi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari hingga Juli 2026, Toyota Veloz Hybrid mendominasi pasar secara signifikan. MPV andalan Toyota tersebut berhasil mengumpulkan total penjualan mencapai 13.287 unit, melesat jauh meninggalkan pendatang baru BYD M6 DM yang mengantongi total 3.262 unit.
Sejak resmi mengaspal pada Februari 2026, permintaan pasar terhadap Veloz Hybrid menunjukkan tren yang sangat stabil di kisaran 2.000 hingga 3.000 unit saban bulan. Setelah mengawali pengiriman sebanyak 484 unit, angka distribusi mobil ini terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada April 2026 dengan pencapaian 3.262 unit terjual dalam sebulan.
Sementara itu, BYD M6 DM yang baru mencatatkan distribusi sejak Juni 2026 tetap memperlihatkan performa penjualan yang menjanjikan sebagai pemain baru. Meski baru memiliki dua bulan “jam terbang” penjualan di pasar nasional, MPV rakitan produsen asal Tiongkok ini langsung membukukan angka impresif sebesar 1.825 unit pada bulan perdana dan 1.437 unit pada Juli.
Dari segi efisiensi harga, kedua kendaraan menawarkan persaingan yang amat sengit di kelas MPV ramah lingkungan. Varian termurah BYD M6 DM dipasarkan seharga Rp298 juta, alias hanya terpaut selisih Rp5 juta lebih terjangkau jika dibandingkan dengan Veloz Hybrid varian paling murah yang dibanderol pada angka Rp303 juta.
Ditinjau dari spesifikasi teknis, BYD M6 DM hadir membawa dimensi bodi lebih besar serta dapur pacu 1.5 L plug-in hybrid berdaya 120 kW yang mengklaim konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter. Di pihak lawan, Toyota Veloz Hybrid mengandalkan mesin 2NR-VEX 1.496 cc dipadu motor listrik bertenaga kombinasi 111 PS, dengan klaim efisiensi BBM di atas kertas mencapai 28,9 km/liter.
