Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Otomotif

Aismoli Soroti Rencana Insentif Motor Listrik, Minta Mulai 2027

Foto ilustrasi motor listrik. (Sumber foto: Kompas.com/Daafa Alhaqqy)

JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai program insentif pembelian motor listrik akan lebih efektif jika pemerintah mulai menjalankannya sejak awal 2027. Pemerintah dinilai memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan mekanisme penyaluran dan menentukan sasaran penerima manfaat.

Public Relation & Event Executive Aismoli Riniwaty Sinaga mengatakan persiapan yang matang penting agar program insentif dapat memberikan dampak optimal. Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan analisis terhadap dampak kebijakan sebelum program dijalankan.

“Jadi kalau punya waktu untuk menyiapkan tadi, analisa dampaknya kan lebih bagus,” kata Riniwaty saat ditemui di Jakarta, dikutip Senin (23/8/2026).

Riniwaty menilai rencana penyaluran insentif yang baru dimulai pada September 2026 berpotensi kurang efektif. Pasalnya, pelaksanaan program membutuhkan proses administrasi, sementara industri masih harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat konsumen terlambat mengetahui adanya program. Akibatnya, ketika masyarakat mulai tertarik membeli motor listrik, kuota insentif bisa saja sudah mendekati batas atau program memasuki akhir tahun anggaran.

“Saya rasa sih kalau September lebih baru dijalankan rasanya enggak efektif. Pada saat nanti mereka sudah tertarik, tahunya kuotanya sudah ditutup karena sudah mau selesai akhir tahun,” ujarnya.

Aismoli juga mendorong pemerintah memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaan program. Riniwaty berharap insentif dapat langsung berjalan setelah kebijakan diumumkan atau paling lambat dalam satu hingga dua bulan.

“Makanya kami selalu bicara kepastian. Jadi pada saat diumumin kalau bisa besok sudah bisa dijalankan. Kalau pun selambat-lambatnya sebulan dua bulan itu sudah langsung jalan,” katanya.

Selain waktu pelaksanaan, kesinambungan program juga menjadi perhatian. Aismoli menilai jeda penyaluran akibat proses penganggaran setiap pergantian tahun dapat memengaruhi minat konsumen dan kepastian bagi industri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp 3 triliun untuk program insentif pembelian motor listrik. Besaran bantuan yang disiapkan mencapai Rp 3 juta untuk setiap unit.

Purbaya mengatakan pemerintah mempertimbangkan kemungkinan kuota program tahun ini tidak terserap seluruhnya. Kapasitas produksi motor listrik nasional juga dinilai belum mampu mencapai 1 juta unit per tahun.

“Iya itu programnya, jadi 1 juta itu pasti enggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau enggak salah masing-masing insentif Rp 3 juta,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Purbaya, kapasitas produksi sejumlah produsen masih berada pada kisaran puluhan ribu unit. Ia memperkirakan produksi nasional hingga akhir tahun sekitar 100.000 unit dan membuka kemungkinan penyesuaian program ke depan.

“Kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan, ada yang cuma 20.000 saya pikir paling 100.000 sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah,” ujarnya.