Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Otomotif

Malaysia Siap Kucurkan Rp 4,4 Juta per Unit untuk Program Tukar Tambah Motor Bekas!

Foto ilustrasi (Sumber foto: Luthfi Anshori/detikOto)

JAKARTA — Kementerian Perhubungan Malaysia tengah mempertimbangkan skema insentif baru berupa program tukar tambah sepeda motor bekas ke unit baru. Langkah ini diambil pemerintah tetangga guna menekan tingkat emisi polusi udara dari kendaraan berusia tua yang masih banyak beroperasi di jalan raya.

Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji secara mendalam proposal resmi yang diajukan oleh Asosiasi Pedagang Sepeda Motor dan Skuter Malaysia (MMSDA). Pemerintah merencanakan besaran subsidi mencapai RM1.000 atau sekitar Rp 4,4 juta untuk setiap unit motor yang memenuhi kriteria.

Anthony Loke menegaskan bahwa pihaknya akan segera mendiskusikan mekanisme pendanaan bersama sekretaris jenderal kementerian agar program ini dapat terealisasi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

“Meski pendanaan belum ditingkatkan, kami berharap dapat menerima lebih banyak pendanaan. Bagaimanapun, menanggapi usulan yang diajukan, kami mempertimbangkan untuk memperluas rencana tersebut ke sepeda motor,” ujar Anthony Loke mengenai rencana perluasan subsidi kendaraan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa skema pendanaan insentif ini nantinya tidak akan membebani Kementerian Keuangan. Kemenhub Malaysia berencana memanfaatkan pendapatan internal hasil penjualan nomor registrasi kendaraan khusus yang dialokasikan kembali untuk inisiatif keselamatan jalan raya.

Sebelumnya, program serupa untuk mobil berusia 20 tahun ke atas terbukti sukses diserap masyarakat hingga anggaran RM10 juta (Rp 44 miliar) habis hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Namun, mengingat populasi sepeda motor jauh lebih banyak, pemerintah menyesuaikan nilai nilai bantuan menjadi RM1.000 per unit.

Kendati demikian, Anthony menambahkan bahwa pelaksanaan program tukar tambah sepeda motor bekas ini membutuhkan kolaborasi penuh dari pihak pabrikan. Pemerintah menetapkan syarat ketat bahwa subsidi hanya berlaku untuk pembelian sepeda motor rakitan lokal (completely knocked down/CKD).

“Inisiatif tersebut hanya bisa berjalan dengan partisipasi aktif dari produsen motor lokal,” pungkas Anthony Loke menyoroti syarat utama partisipasi industri otomotif dalam program tersebut.