Langsung ke konten
Rabu, 28 Oktober 2026
Otomotif

Honda Tak Mau Korbankan Kualitas demi Kejar Mobil China

Sumber foto: Dok. Honda

JAKARTA – Honda menegaskan tidak akan mengorbankan kualitas kendaraan demi mengejar harga murah yang ditawarkan sejumlah merek otomotif asal China. Pabrikan Jepang itu menilai reputasi merek dan kepercayaan konsumen tetap menjadi prioritas dalam menghadapi persaingan industri otomotif global.

Dikutip dari The Drive, Selasa (15/9/2026), Honda menyadari perkembangan teknologi otomotif berlangsung semakin cepat. Persaingan terutama terjadi pada pengembangan perangkat lunak (software), teknologi bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta fitur kendaraan lainnya.

Presiden sekaligus CEO American Honda Eiji Fujimura mengatakan Honda harus mampu mengikuti perubahan teknologi tersebut. Namun, dia menekankan kecepatan pengembangan tidak boleh membuat perusahaan mengabaikan karakter dan standar yang selama ini menjadi bagian dari Honda.

“Perubahan teknologi, terutama dalam hal software, terjadi sangat cepat saat ini,” ujar Fujimura.

“Tentu kami harus bersaing dengan China dan India dalam hal software, ADAS, dan sebagainya. Namun untuk bersaing dengan mereka, pertama-tama kami harus berpikir, ‘Siapa Honda?’,” lanjutnya.

Menurut Fujimura, Honda menerapkan proses pengembangan yang bertahap untuk memastikan setiap produk dan komponennya memenuhi standar kualitas. Perusahaan tidak ingin sebuah tahapan dilanjutkan sebelum kualitas pada tahap sebelumnya benar-benar dipastikan.

“Kami memastikan setiap proses menjamin mobil atau komponennya sudah baik dari sisi kualitas dan tidak berpindah ke tahap berikutnya sebelum memastikan kualitas tahap sebelumnya,” tuturnya.

Executive Vice President Honda Motor Noriya Kaihara menambahkan, perusahaan memiliki departemen kualitas yang berdiri terpisah dari departemen lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar aspek kualitas tetap mendapatkan perhatian utama dalam setiap pengembangan teknologi baru.

“Departemen kualitas sepenuhnya terpisah dari departemen lain. Artinya, kualitas selalu menjadi perhatian nomor satu Honda. Setiap teknologi baru selalu melewati departemen terpisah ini,” kata Kaihara.

Honda juga menilai kecepatan merespons masalah setelah kendaraan dipasarkan menjadi faktor penting. Kaihara mengatakan penundaan perbaikan terhadap kendaraan yang mengalami masalah dapat berdampak terhadap kepercayaan pelanggan.

“Jika Anda membiarkan pelanggan memiliki kendaraan dengan kualitas buruk dan kemudian menunda langkah perbaikannya, dampaknya akan sangat buruk,” ujarnya.

Persaingan merek otomotif di Asia dan Eropa kini semakin ketat. Dengan semakin banyaknya pilihan bagi konsumen, Honda menilai produsen harus menjaga kualitas sekaligus memastikan setiap persoalan yang muncul mendapat penanganan secara cepat.