PADANG, – Pada Selasa, 01 Agustus 2023, ribuan warga dari Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat, berjalan kaki dari Masjid Raya Sumbar menuju kantor Gubernur Sumatera Barat.

Mereka melanjutkan aksi unjuk rasa hari kedua sebagai tindakan lanjutan setelah gagal menemui Gubernur Mahyeldi Ansharullah pada Senin, 31 Juli 2023 kemarin.

Pada Selasa, 01 Agustus 2023, ribuan warga dari Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat, diguyur hujan saat unjuk rasa di kantor Gubernur.
Pada Selasa, 01 Agustus 2023, ribuan warga dari Nagari Air Bangis, Pasaman Barat, Sumatera Barat, diguyur hujan saat unjuk rasa di kantor Gubernur.

Hingga hari kedua ini, warga tetap saja belum bisa bertemu langsung dengan Gubernur Sumbar.

Menyikapi itu, deliknews.com mencoba mengonfirmasi Kepala Biro Adpim Pemprov Sumbar, Mursalim, mengenai alasan mengapa Gubernur belum menemui warga yang melakukan demonstrasi.

Kepala Biro Adpim Pemprov Sumbar, Mursalim, mengatakan pada demo tanggal 31 Juli 2023 gubernur tidak bisa hadir karena sedang di Bukittinggi.

Mursalim menegaskan bahwa peserta demo tidak ada memberikan surat pemberitahuan kepada gubernur.

“Suratnya sehari sebelum demo disampaikan dan isinya pemberitahuan demo. Bukan untuk menemui gubernur. Yang menginformasikan surat tersebut Polresta Padang, bukan peserta demo”, tegas Mursalim.

Sementara pada demo hari kedua 01 Agustus 2023, gubernur ada kegiatan MoU dengan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

“Pak gubernur tadi ada kegiatan penandatanganan MoU dengan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma di Jakarta. Kegiatan ini sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya. Waktunya jam 13.00 tadi. Makanya beliau harus berangkat jam 9 tadi pagi”, ujarnya.

Kepala Biro Adpim Pemprov Sumbar membenarkah bahwa pada 01 Agustus 2023, Gubernur, Mahyeldi, memang ada agenda pertemuan dengan partai PKS.

“Pertemuan dengan PKS jam 8 pagi. Setelah itu jam 9 beliau langsung ke bandara. Sementara pada jam 9 itu belum ada demo”, terangnya.

Juru Bicara Gubernur Sumbar ini kembali menegaskan apabila perwakilan dari demonstran ingin bertemu gubernur, maka akan difasilitasi.

Sebelumnya diberitakan, ribuan massa aksi dari masyarakat Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menuntut pertemuan dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, untuk membatalkan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menyelesaikan konflik agraria di daerah mereka.