SIDOARJO – Harapan untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang layak di lingkungan MI Islamiyah, Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya mendapat titik terang. Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), resmi menyerahkan bantuan CSR dari BRI Peduli untuk pembangunan sebuah mushola di madrasah tersebut, Rabu (26/11/2025).
BHS mengatakan program ini bermula dari aspirasi masyarakat yang masuk mengenai belum tersedianya sarana ibadah di MI Islamiyah. Selama ini, para siswa terpaksa menggunakan ruang kelas untuk melaksanakan salat berjamaah. Kondisi itu dinilai tidak ideal, terutama dalam upaya pembentukan karakter keagamaan sejak dini.
“Saya menyalurkan CSR dari BRI untuk pembangunan satu mushola. Saya mengapresiasi BRI yang cepat tanggap merespon apa yang kami usulkan. Kami harapkan pembangunan ini sebelum Ramadan sudah selesai dan bisa mendukung pembentukan karakter siswa,” ujar BHS.
Anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 441 juta untuk satu bangunan satu lantai. BHS menegaskan, keberadaan fasilitas mushola bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis karakter dan religius.
Kepala MI Islamiyah, Muhammad Yasa, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. Ia mengakui, kebutuhan mushola sudah lama dirasakan, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran sekolah.
“Madrasah ini sangat membutuhkan musala. Anak-anak harus dibiasakan salat berjamaah, tetapi ruang kelas jelas tidak ideal,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan dari BHS dan CSR BRI Peduli, Yasa berharap kualitas kedisiplinan ibadah siswa dapat semakin meningkat. Ia menilai, kehadiran mushola akan membantu mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembiasaan moral dalam keseharian siswa.
BHS menambahkan, penyaluran bantuan CSR akan terus ditindaklanjuti untuk berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Pihaknya juga mengajak lembaga perbankan dan sektor swasta lainnya untuk aktif terlibat dalam program pembangunan berbasis kebutuhan riil di masyarakat.
