SIDOARJO – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi kembali dilakukan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Kali ini, ia menyerahkan bantuan berupa 17 unit komputer kepada MI Ar Rosyad, Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) BRI. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Rabu dan diharapkan dapat digunakan segera oleh pihak sekolah.
Menurut Bambang Haryo, bantuan itu datang dari aspirasi masyarakat yang menyampaikan kebutuhan fasilitas komputer untuk menunjang kegiatan ujian dan digitalisasi administrasi pendidikan di madrasah.
“Komputer ini merupakan CSR dari BRI yang penyalurannya kami inisiasi. Kebetulan daerah pemilihan saya mencakup Sidoarjo, salah satunya bantuan 17 komputer yang diserahkan ke sekolah ini,” ujar BHS.
Ia menegaskan, kebutuhan perangkat digital semakin mendesak terutama menjelang pelaksanaan ujian pada Maret tahun depan. Karena itu, penyaluran ini dilakukan jauh sebelum jadwal ujian agar dapat dimanfaatkan sejak dini.
“Alhamdulillah sudah bisa kita realisasikan sekarang, dan kami harap bukan hanya digunakan saat ujian, tapi dimanfaatkan mulai hari ini,” tambahnya.
Kepala MI Ar Rosyad, M. Qosim, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bambang Haryo dan BRI Peduli. Menurutnya, komputer menjadi sarana vital bagi sekolah, terlebih saat kebijakan rapor digital di madrasah sudah diberlakukan.
“Komputer ini kebutuhan yang sangat vital. Mulai awal Desember sudah bisa digunakan untuk pengerjaan rapor digital,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan mutu proses belajar siswa, terutama pembelajaran berbasis teknologi informasi. Qosim juga menyinggung arah kebijakan pemerintah ke depan yang memberi perhatian besar terhadap pendidikan digital.
“Bapak Presiden Prabowo selalu menekankan bahwa teknologi penting diajarkan sejak dini. Maka kami berharap bantuan ini mendukung pembelajaran komputer bagi adik-adik di madrasah,” katanya.
Bambang Haryo memastikan, program serupa akan terus diupayakan untuk sekolah-sekolah lain yang membutuhkan. Baginya, literasi digital merupakan pintu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan persiapan generasi muda menghadapi era teknologi modern.
