Banyuwangi – Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti kesulitan pembelian tiket ferry sebagai salah satu pemicu kemacetan panjang di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan usai rapat evaluasi bersama asosiasi pengemudi dan organisasi angkutan barang di Pelabuhan Ketapang, Senin (6/4/2026). Dalam forum tersebut, banyak pengguna jasa mengeluhkan sistem pembelian tiket berbasis digital yang dinilai belum sepenuhnya ramah bagi semua kalangan.
“Sering terjadi keluhan karena kesulitan mendapatkan tiket. Banyak pengguna ferry ini masyarakat menengah ke bawah yang tidak semuanya mudah beradaptasi dengan sistem IT,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, keterbatasan pemahaman teknologi membuat sebagian pengguna jasa, khususnya sopir logistik, kesulitan mengakses layanan tiket digital. Akibatnya, mereka memilih membeli tiket secara manual di gerai pinggir jalan.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan, karena banyak kendaraan harus berhenti dan parkir sementara saat proses pembelian tiket berlangsung.
“Ketika beli tiket di luar, kendaraan parkir di pinggir jalan. Ini akhirnya menambah kepadatan,” katanya.
Selain persoalan tiket, Bambang juga menyoroti kondisi jalan menuju pelabuhan yang relatif sempit sehingga memperparah kemacetan.
Ia menegaskan, sistem digital tetap penting untuk meningkatkan efisiensi layanan, namun harus diimbangi dengan opsi pembelian manual di lokasi agar lebih fleksibel.
“Kalau mau cepat bisa pakai IT, tapi kalau tidak bisa juga harus ada pembayaran manual di tempat,” ujarnya.
