KENDARI – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara sejak Sabtu (9/5) mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik. Peristiwa ini merendam ratusan rumah warga dan menelan satu korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari mencatat setidaknya 126 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 317 jiwa terdampak langsung oleh luapan air. Wilayah terparah dilaporkan berada di sekitar kawasan Kali Wanggu.
”Data sementara banjir kawasan Kali Wanggu berdampak 126 KK atau 317 jiwa,” ujar Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5).
Bencana ini dipicu oleh meluapnya Kali Wanggu setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Selain faktor cuaca, masalah infrastruktur turut memperparah keadaan.
Cornelius mengungkapkan bahwa kerusakan pintu air membuat debit air tidak terkendali. “Pintu airnya mengalami kerusakan. Namun, kita sudah koordinasikan pihak terkait untuk dilakukan perbaikan,” tambahnya.
Di tengah evakuasi warga, sebuah kabar duka datang dari wilayah Kendari Barat. Seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Rangga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diduga kuat terseret arus banjir saat sedang bermain hujan bersama rekan-rekannya. Jasad korban ditemukan oleh warga bernama Iwan (53) di pesisir laut, tepat di depan kantor Camat Kendari Barat.
”Saksi melihat sosok tubuh manusia, setelah didekati ternyata tubuh anak kecil yang sudah tidak bergerak,” kata Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, Minggu (10/5).
Iptu Busran mengonfirmasi bahwa penemuan jasad tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat bermain di tengah guyuran hujan sebelum hilang terbawa arus.
”Korban diduga meninggal dunia karena terbawa arus kali,” tegas Iptu Busran menutup keterangannya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih bersiaga di lokasi terdampak untuk mengantisipasi adanya banjir susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengawasi anak-anak di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih mengintai.
