JAKARTA – PT Pegadaian memperluas cakupan kontribusinya terhadap isu keberlanjutan melalui kolaborasi strategis dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Kedua institusi ini resmi menyempurnakan kerangka pembiayaan berkelanjutan menjadi Sustainable Financing Framework 2026.

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken pada Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership Maret lalu. Fokusnya kini melebar, tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga merambah ke sektor hijau (lingkungan) dan oranye (kesetaraan gender).

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan bahwa penyempurnaan kerangka kerja ini merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis secara terukur.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Pegadaian dalam memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang inklusif sekaligus berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Ferdian dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2026).

Ferdian juga mengapresiasi dukungan penuh dari SMBC Indonesia dalam proses pengembangan framework ini. Menurutnya, kolaborasi ini memastikan Pegadaian tetap menjadi institusi yang menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Head of Wholesale, Commercial & Transaction Banking SMBC Indonesia, Nathan Christanto, menegaskan dukungan perbankannya. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan.

“Hal ini selaras dalam komitmen kami untuk terus mendukung Astacita dan agenda pembangunan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” tegas Nathan dalam kesempatan yang sama.

Menariknya, kerangka kerja baru ini mengadopsi Orange Bonds Principles yang diinisiasi oleh Impact Investment Exchange (IIX). Prinsip ini secara khusus memberikan perhatian pada pemberdayaan perempuan dan inklusivitas gender di Indonesia.

Agar standar kualitasnya terjaga, Sustainable Financing Framework 2026 milik Pegadaian ini telah mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari Environmental Resource Management. Pihak independen tersebut menyatakan kerangka ini telah selaras dengan prinsip internasional.

Ke depannya, Pegadaian dan SMBC Indonesia berkomitmen untuk terus mengeksplorasi peluang baru dalam ekosistem keuangan inklusif. Selain pembiayaan oranye, keduanya juga akan mendalami pengembangan ekosistem emas yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.