JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menjanjikan akses pembiayaan dengan bunga rendah bagi masyarakat desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program tersebut mulai dioperasikan setelah Presiden meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan koperasi desa akan menjadi instrumen pemerintah untuk memperluas akses kredit murah bagi masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro dan perempuan pelaku usaha di pedesaan.

“Melalui Koperasi Merah Putih juga kita salurkan nanti kredit-kredit murah untuk rakyat,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pemerintah telah lebih dulu menurunkan bunga pinjaman program Mekaar Supermikro yang dikelola PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ia menilai bunga pinjaman yang sebelumnya berada di kisaran 22 hingga 24 persen terlalu memberatkan masyarakat kecil.

“Tadinya bunganya 24 persen, 22 persen. Saya perintahkan harus turun di bawah 10 persen,” ujarnya.

Prabowo mengatakan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Hasilnya, bunga pinjaman berhasil ditekan menjadi 8 persen.

“Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara, sudah 8 persen. Masa pengusaha besar dapat 9 persen, emak-emak di kampung dapat 24 persen? Ya enggak benar itu. Kita ubah,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah akan menyediakan gerai layanan keuangan di setiap Koperasi Merah Putih agar masyarakat desa dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah dan terjangkau.

Selain menyalurkan kredit, koperasi desa juga akan berfungsi sebagai pusat distribusi sembako, pupuk subsidi, LPG 3 kilogram, layanan logistik, hingga penyerapan hasil panen petani.

Prabowo meyakini kehadiran koperasi ini akan memperkuat ekonomi desa dan mengurangi ketergantungan warga terhadap tengkulak maupun pihak luar dalam memasarkan hasil pertanian serta memenuhi kebutuhan pokok.