JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Posisi strategis tersebut kini dialihkan kepada Nanik Sudaryati Deyang.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan langsung keputusan perombakan total ini di Istana Negara pada Selasa (2/5) malam. Langkah tegas ini diambil di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan program unggulan pemerintah.

“Bapak presiden mengambil keputusan untuk lakukan pergantian di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Negara.

Selain Dadan, Presiden Prabowo juga memberhentikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dari kursi Wakil Kepala BGN. Pemerintah menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras para pejabat lama tersebut selama mengemban tugas.

Sebagai gantinya, estafet kepemimpinan BGN kini berada di tangan Nanik Sudaryati Deyang. Nanik akan didampingi oleh dua Wakil Kepala BGN yang baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

“Untuk selanjutnya presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru,” imbuh Prasetyo Hadi menjelaskan struktur baru lembaga tersebut.

Perombakan besar-besaran ini diduga kuat sebagai imbas dari rentetan kasus keracunan massal yang menimpa anak-anak sekolah. Selama masa kepemimpinan Dadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang kerap didera masalah higienitas pangan.

Akibat fatal tersebut, BGN terpaksa membekukan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertindak sebagai pemasok menu makanan. Kasus ini menjadi evaluasi besar bagi internal lembaga non-kementerian tersebut.

Berdasarkan data internal terbaru, sebanyak 8.182 SPPG dari total 27.208 unit yang beroperasi di seluruh Indonesia telah dijatuhi sanksi pembekuan (suspend). Pembenahan ini dilakukan secara bertahap sejak program MBG bergulir resmi pada 6 Januari 2025 lalu.

Program MBG sendiri memikul tanggung jawab besar karena menyangkut hajat hidup puluhan juta masyarakat Indonesia. Data per Maret 2026 mencatat jumlah penerima manfaat program ini telah menembus angka 61.239.037 orang, di mana 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.