BANDA ACEH – Ledakan hebat mengguncang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh, pada Jumat (12/6). Insiden yang terjadi menjelang ibadah shalat Jumat, tepatnya sekitar pukul 11.55 WIB ini, menyebabkan belasan orang mengalami luka bakar serius.

Ledakan yang disusul kobaran api tersebut bersumber dari dalam kamar mesin kapal jenis roll-on/roll-off (roro) ini. Akibat peristiwa tragis tersebut, sebanyak 14 orang korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan intensif.

Mayoritas korban luka merupakan para taruna dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) yang tengah melaksanakan praktik kerja di atas kapal. Proses evakuasi berjalan dramatis melibatkan sejumlah Ambulans dan dibantu oleh Anak Buah Kapal (ABK) SAR KN Kresna 232 yang berada di lokasi.

“Korban terbakar berjumlah sekitar 14 orang, mayoritas taruna atau mahasiswa pelayaran yang sedang mengikuti praktik,” kata Kapten Kapal SAR KN Kresna 232, Supriyadi, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (12/6).

Supriyadi menambahkan bahwa pihak berwenang masih mengumpulkan informasi terkait detail peristiwa. “Semua korban sudah dibawa ke RSUDZA. Saat ini kronologis kejadian masih kami tanyakan,” ujarnya menambahkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke kapal roro tersebut untuk menjinakkan api. Selain itu, Tim Investigasi Forensik Kepolisian juga sudah berada di atas kapal untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Meski demikian, pihak kepolisian yang berada di area pelabuhan masih enggan memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ledakan. Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh otoritas pelayaran setempat yang berada di lokasi kejadian.

Seorang pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang baru keluar dari kapal bahkan sempat mengelak saat dikonfirmasi oleh awak media. “Tidak terjadi apa-apa di kapal,” cetus pejabat tersebut singkat sambil bergegas pergi dengan alasan hendak menunaikan shalat Jumat.

Hingga saat ini, area sekitar kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 masih disterilkan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh tim forensik.